Ka BPJN Balai Pelaksana Jalan nasional, Banten Wida Nurfaida, ST.MT, beri keterangan kepada wartawan di lokasi pembangunan jembatan gantung Mekar Baru di Kecamatan Petir, Serang

Kementerian PUPR Bangun Jembatan Gantung Mekar Baru Di Kecamatan Petir Serang

SERANG (Independensi.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten, membangun jembatan antar Desa Mekar Baru dan Desa Cikokok, Kec.Petir, Kab.Serang. Diharapkan pembangunan jembatan ini, selesai akhir Desember 2020.

Kepala BPJN kepada beberapa awak media saat peninjauan lapangan, dalam acara presstour dan media gathering di Banten, Minggu (22/11/2020) mengatakan, Jembatan Gantung ini karena usulan dari Komisi V DPR-RI dari Banten, setelah itu dari balai melakukan survei tentang kelayakanya.

Menurut Wida, kondisi jembatan lama penghubung antar desa sangat tidak layak meski dalam area satu kecamatan. Jembatan ini sangat dibutuhkan, sebab kalau kali meluap berisiko bagi warga yang akan melintas jembatan lama.

“Pembangunan Jembatan Gantung Mekar Baru dimulai 11 September, kontrak 31 Desember selesai, tapi kami minta dipercepat sebelum tanggal 20 Desember, dengan nilai kontrak Rp2,6 Miliar,” jelas Wida

Saat ditanya awak media selain Jembatan gantung apa saja yang di bangun oleh Kementerian PUPR di Kecamatan Petir? “Kita bangun jembatan saja, kita minta perawat dan akses masuk diserahkan ke Pemkab Serang,” jawabnya.

Sementara menurut, Pjs. Kepala Desa, Mekar Baru, Kec Petir, Kab.Serang Mudzakir, saat berada di area konstruksi jembatan di
Kampung Cidokdok, RT 06/02 mengatakan, kondisi jembatan lama dengan lebar sekitar 1,5 meter tanpa dilengkapi sayap kondisinya tidak kayak. Banyak warga yang melintas mengalami kecelakaan, dan kondisi area jembatan kalau malam gelap gulita.

“Tidak sedikit warga terjatuh, saat melintasi jembatan ini, karena juga kondisi gelap dan tidak ada sayap pagar. Kondisi kali juga agak curam sekitar 6 meter,” imbuhnya.

Bahkan, lanjut Mudzakir, apabila kondisi hujan deras, kalinya meluap dan menutupi jembatan lama. Kalau kondisi begini, warga tidak dapat melintas, sehingga harus berputar arah swkitar 2km, untuk menyeberang.

“Dengan kontruksi jembatan baru yang cukup tinggi dan lebih kokoh, sebagai solusi untuk menyelesaikan kendala akses jembatan antar Desa ini,” pungkasnya.(wst)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *