Rilis virtual sensus penduduk 2020 dan administrasi kepensudukan 2029 (ist)

Diselenggarakan Virtual: Pemkot Bekasi  Hadiri Rilis SP dan Data Adminduk 2020

BEKASI (IndependensI.com) –  Dalam kegiatan rilis bersama data sensus penduduk 200 dan data administrasi kependudukan 2020 yang diselenggarakan Badan Pusat Statisik (BPS) Pusat dan Kememdagri melalui media Yuo Tube, Pemerintah Kota Bekasi turut mengikuti.

Acara yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (21/12021)  dihadiri  Kepala BPS  Suharyanto dan Sekjen Kemendagri M Hudori. Disebutkan, saat ini  jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270.203.917 jiwa.

Hadir dalam kesempatan ini juga, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Sudan Arif, Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama BPS ,  para gubernur yang terhubung secara virtual, Bupati Wali Kota se-Indonesia, Kepala BPS dan Kepala Disdukcapil Provinsi dan Kabupaten Kota,  Pimpinan Kemendagri, Pimpinan BPS, Perwakilan Lembaga dan sekitar 2100 partisipan.

Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori menyampaikan  di tengah pandemi Covid-19, tahapan sensus penduduk 2020 hingga acara rilis, data kependudukan semester II Kemendagri bersama BPS tahun 2021 ini dapat digelar.

“Rilis ini wujud sinergi yang dilakukan BPS dan Kemendagri sejak persiapan sensus penduduk 2020 untuk mewujudkan satu data Indonesia diawali satu data kependudukan Indonesia,” ungkapnya.

Ia mengatakan rilis data kependudukan semester II Kemendagri bersama BPS,  merupakan tindak lanjut dari sensus penduduk tahun 2020 yang dilakukan BPS dan dilanjutkan sinkronisasi data pelayanan kependudukan dari 514 kabupaten kota yang dikelola Direktorat Jenderal Dukcapil.

Disebutkan,  data Kemendagri digunakan semua keperluan antara lain ada lima hal. Pertama, untuk pelayanan publik, perencanaan pembangunan Nasional maupun daerah, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi dan penegakan hukum dan pencegahan kriminal.

Ia melaporkan, jumlah penduduk Indonesia semester II hingga Desember 2020 dengan hasil 271.349.889 jiwa, terdiri dari  laki-laki sekitar 134 juta, dan 137 juta perempuan.

Kemudian, jumlah penduduk perpulau di Indonesia, urutan pertama Pulau Jawa sebanyak 55.94 persen, Pulau Sumatera 21.73 persen, Pulau Sulawesi 7.43 persen, Pulau  Kalimantan 6.31 persen, Pulau  Bali dan Nusa Tenggara 5.57 persen, Pulau Papua 2.02 persen, dan Pulau  Maluku 1.17 persen.

Jumlah wajib KTP 196 juta, perekaman 194 juta atau 99,11 persen sudah melakukan perekaman. Kalkulasi terdapat 1,7 juta jiwa belum melakukan perekaman KTP.

Pada 2021, warga wajib KTP ditargetkan sebanyak 200 Juta dengan target perekaman 5 juta jiwa. Siswa yang belum merekam 1,7 juta jiwa. Wajib KTP pemula semakin tahun terus bertambah berumur 17 tahun sebanyak 4 juta, sehingga persentase sudah perekaman 97.12 persen.

Kemudian, sebaran penduduk per provinsi. Lima provinsi terbesar penduduk yakni Jawa Barat 47, 1 juta, Jawa Timur 41, 04 juta, Jawa Tengah 37, 10 juta, Sumatera Utara 15,14 juta, dan Banten 11,64 juta

Sepuluh kabupaten dan kota terbanyak penduduknya pertama, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kabupaten Tanggerang, Kota Surabaya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember dan Kota Administrasi Jakarta Barat.

Sementara Kepala BPS RI, Suharyanto mengatakan ucapan terima kasih kepada warga Indonesia sehingga dalam program sensus penduduk 2020 berjalan dengan baik.

Acara ini dapat terwujud atas kerjasama antara BPS dan Kemendagri dan dukungan berbagai pihak. Dan adanya komitmen bersama membenahi data kependudukan salah satunya melalui sensus penduduk.

BPS dalam hal ini menyampaikan hasil sensus penduduk posisi September 2020 Sensus Penduduk. Adapun  ema Sensus Penduduk 2020, mencatat Indonesia menuju satu data kependudukan, menuju Indonesia maju. Di Indonesia sensus penduduk 2020 sebagai sensus ketujuh. (jonder sihotang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *