Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB

Satgas Covid-19 Dorong Daerah Manfaatkan Indikator Peta Risiko

Loading

JAKARTA (Independensi.com)  – Perkembangan terkini pada kasus positif Covid-19 per 21 Januari bertambah sebanyak 11.703 kasus dengan jumlah kasus aktif 151.658 kasus atau persentasenya 15,9% dibandingkan rata-rata dunia 26,04%. Jumlah kesembuhan sebanyak 772.790 kasus atau 81,2% dibandingkan rata-rata dunia 71,81%. Pada kasus meninggal sebanyak 27.203 kasus atau 2,9% dibandingkan rata-rata dunia 2,14%.

Dan pada perkembangan peta zonasi risiko per minggu ini, perkembangannya tidak seperti yang diharapkan. Karena jumlah daerah zona merah atau risiko tinggi sebanyak 108 kabupaten/kota. “Angka ini adalah angka terbesar, sama pada saat peta zonasi risiko pertamakali digunakan sebagai salah satu indikator penanganan tingkat kabupaten/kota pada 31 Mei 2020 lalu,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis (21/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Meski demikian, dari 108 kabupaten/kota zona merah, ada 18 kabupaten/kota diharapkan dapat keluar dari zona merah, karena skornya mendekati kearah zona oranye atau risiko sedang. Dijelaskan kembali, skor untuk zona merah adalah diatas 1,81. Untuk zona oranye adalah 1,81 sampai 2,4. Skor tersebut dihitung berdasarkan indikator-indikator yang digunakan seperti epidemiologi, pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat.

Lalu, untuk 18 kabupaten/kota dimaksud ialah Kota Bandar Lampung (Lampung), Kota Tangerang Selatan (Banten), Jakarta Timur (DKI Jakarta), Kota Tasikmalaya dan Bandung Barat (Jawa Barat), Kebumen dan Banyumas (Jawa Tengah), Gunung Kidul (DIY), Mojokerto (Jawa Timur), Kota Bima (NTB), Sumba Timur (NTT), Barito Timur (Kalimantan Tengah), Berau (Kalimantan Timur). Kota Mobagu, Kota Manado dan Bolaang Mangondouw (Sulawesi Utara). Kota Bau Bau (Sulawesi Tenggara) dan Kota Jayapura (Papua).

“Saya meminta pada kepala daerah untuk saling bahu membahu menekan penularan di wilayahnya masing-masing. Tidak bosan saya sampaikan, bahwa kepada kepala daerah, untuk memastikan pelayanan kesehatan sesuai standar. Sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian,” tambah Wiku.

Dan diminta untuk melakukan juga penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan atas pelanggar oleh masyarakat. Dan kepada masyarakatnya, untuk betul-betul menjalankan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh. “Ingat, sampai sekarang pencegahan yang paling efektif ialah 3M, yaitu memakai masker, menajga jarak dan mencuci tangan,” Wiku berpesan.(wst)