Henrik Lim MBA

Jargon Values dan Keberhasilan Transformasi Perseroan

BISAKAH values menjadi lokomotif perubahan dan transformasi? Tidak. Bukan disitu peran sentralnya.
Yang menjadi lokomotif perubahan dan transformasi itu diantaranya. (i) Kekuatan visioner dan  leadership style; (ii) Perumusan strategi yang jitu, bersifat breaktrough, serta rancangan dan (iii)  instalasi strategik manajemen yang clear, ter-aligned dan terimplementasi.
Rancangan yang jelas dan clear ini akan melahirkan suatu sistem operasi yang responsif.Suatu sistem manajemen yang punya daya antisipasi strategis.
Apalagi kalau racikan strategi itu melibatkan intervensi dan adopsi teknologi secara intens, yang mempengaruhi  bisnis proses secara substansial, maka mau tidak mau hal itu akan mendobrak berbagai tatanan dan kebiasan- kultur –  masa lampau.
Dan melahirkan banyak perubahan tranformasional.Lantas dimana peran Values dalam organizational change & transformasi?Value tentu saja punya peran yang sangat penting dan mendasar dalam mensukseskan perubahan dan transformasi organisasi.Values itu punya fungsi utama sebagai guiding principle. Ia memastikan  kereta transformasi tidak anjlok, tidak melenceng, tidak kebabalasan.

Values juga berfungsi sebagai reference  pedoman dalam proses decision making, ketika kita dihadapkan pada berbagai pilihan yang menarik, sekaligus membingungkan.

Berikut adalah peran sentral Values dalam mensukseskan Transformasi Organisasi.

1. Sebagai  Oli dan Lahan yang Subur bagi Transformasi. Values bukan lokomotif transformasi. Ia berfungsi seperti oli yang sangat penting bagi engine transformasi.

Values akan membentuk dan mempengaruhi Kultur. Ibarat kata, sebaik apapun engine transformasi, kalau Oli tidak sesuai, -apalagi oli yang sudah rusak- akan menghambat kinerja mesin. Tidak saja menghambat tapi juga bisa  ‘merontokan’ mesin dan menyebabkan overhaul. Ingat ‘turun mesin’ akan  makan ongkos yang besar.

Desain Values dan penerapannya yang konsisten tentu akan melahirkan suatu Kultur_ corporate culture yang kondusif. Ia akan menjadi wadah keberhasilan perubahan dan transformasi.

2. Set your priority & reference value organisasi, memberitahu corporate citizen hal-hal yang dianggap penting (valuable) bagi organisasi. Hal-hal penting ini menentukan skala prioritas, dan menjadi prinsip-prinsip dasar  dalam desion making proses.

Adanya prinsip yang jelas dan mantap akan membantu organisasi mengambil keputusan yang konsisten, berdasarkan hal-hal yang disepakati. Bukan berdasarkan tekanan keadaan, pragmatisme jangka pendek maupun kompromi  kepentingan sesaat.

Bukan juga berdasarkan preferensi  dan bias  personal. Ada reference yang jelas, dalam menentukan skala prioritas akan  membuat organisasi, punya pijakan yang tetap dan bisa melangkah mantap.

Hal-hal semacam ini akan memberikan rasa secure, kepastian dan rasa aman bagi para insan organisasi dalam bertindak. Adanya reference juga memberikan Clarity, What is right thing to do, sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut.

Bayangkan jika organisasi tidak punya referensi yang jelas. Ia akan terjebak dalam oleh tawaran pragmatism sesaat, mencari kompromi atas intimidasi dan tekanan sesaat.

Kondisi seperti ini akan menimbulkan ambigu dan keraguan dalam bertindak. Tidak ada  confidence dalam melangkah, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan dalam gerak dan response organisasi.

Padahal di tengah tuntutan perubahan yang disruptif ini, organisasi dituntut meresponse cepat dan tepat.

Contoh kasus  Values & skala prioritas dalam decision making. Ambil contoh, di Jepang, ketepatan waktu _punctuality- amat penting, alias menjadi core values dalam manajemen transportasi kereta api.

Dan hal ini mempengaruhi skala prioritas dan pola decision making operator -masinis yang menjalankan kereta. Dorongan untuk taat terhadap punctuality bahkan bisa, membuat masinis kalap mata, dan gagal mematuhi rambu rambu peringatan KA dan punya implikasi yang serius

3. Memastikan long term interest dan sustainability. Adanya Values yang jelas dan dipahami, akan membuat organisasi bergerak dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang. Tidak mudah jatuh dalam tawaran  short term gain (yang sering terlihat menarik dan menggoda), namun memiliki impact yang mempertaruhkan kepentingan jangka panjang.

Values organisasi memiliki peran amat penting dalam mensukseskan transformasi perseroan.

Tantangan utama bagi organisasi dalam menerapkan Values adalah memastikan setiap insan organisasi bisa memahami apa itu Values organisasi secara sederhana, apa peran dan implikasinya, dan bagaimana mengoperasionalisasikannya.

Tanpa kejelasan cascade down seperti itu, Values akan menjadi Jargon dan Icon,  bersifat seremonial dan event, dan tidak berfungsi sebagai pijakan- referensi dalam decision making proses dan penentuan skala prioritas.

Lalu bagaimana memastikan operationalisasi Values organisasi dalam kehidupan work life sehari-hari?

Kita akan membahasnya pada pertemuan selanjutnya.

Salam

www.hendriklim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *