Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani. (ist)

Indeks Kepuasan Masyarakat  Kota Bekasi Tahun 2020 Sebesar 81,96.

Loading

BEKASI (IndependensI.com)-  Pemerihtah Kota Bekasi Jawa Barat, terus melakukan susrvei  Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait pelayanan. Hasilnya tiap tahun naik dimasa dua periode kepemimpinan Rahmat Effendi sebagai wali kota. Survei itu  dilakukan pada 89 sektor unit pelayanan publik Kota Bekasi. Terdiri dari 44 Perangkat Daerah, 3 Ruma Sakit Umum (RSU) Tipe D, dan 42 Puskesmas se- Kota Bekasi.

Terkait hasil survei, Kepala Bagian Humas Kota Bekasi Sajekti Rubiyah mengatakan, tahun 2020  telah menghasilkan IKM sebesar 81,96. Raihan IKM pada tahun 2020 ini naik sebesar 0,98 dari tahun 2019 sebesar 80,98.

Hasil survei kepuasan masyarakat (SKM) sektor pelayanan publik dapat mendorong partisipasi masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menilai kinerja penyelenggaraan pelayanan, mendorong penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan juga dapat mendorong penyelenggara pelayanan menjadi lebih inovatif dalam menyelenggarakan pelayanan publik.

SKM  dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada koresponden yang datang langsung ke tempat pelayanan dengan indikator penilaian yang terdiri dari unsur-unsur pelayanan. Diantaranta melingkupi, persyaratan layanan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, biaya/tarif layanan, produk layanan, kompetensi pelaksana pelayanan, perilaku pelaksana pelayanan, sarana dan prasarana pelayanan, serta penanganan pengaduan saran dan masukan terhadap pelayanan.

SKM  untuk untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan dari masing-masing unit penyelenggara pelayanan publik. Mengukur secara berkala penyelenggaraan pelayanan yang telah dilaksanakan oleh unit pelayanan publik. Kemudian  digunakan sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan langkah perbaikan, serta digunakan sebagai umpan balik dalam memperbaiki layanan sehingga masyarakat dapat terlibat secara aktif mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan publik.

Seiring upaya peningkatan layanan publik masyarakat , Pemerintah Kota Bekasi juga mendapatkan apresiasi atas kinerja penyelenggaraan pemerintahan dari sejumlah pihak mulai dari kementerian negara, lembaga dan pihak swasta.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Pemkot Bekasi berolah belasan penghargaan dari sejumlah lembaga di tanah air.

Prestasi

Adapun prestasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan status kinerja berdasarkan Lapaoran Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2018 dengan status kinerja sangat tinggi dari Kemendagri. Predikat nilai B untuk Akuntanbilitas Kinerja Tahun 2019  dari Kemenpanrb,  Terbaik I Kota Lomba Inovasi Daerah  Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19 dari Kemendagri.

Daerah favorit Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19 dari Kemendagri.  Penghargaan Top Pembina BUMD 2020 untuk BPRS Patriot. Penghargaan Top 32 Kompetisi Inovasi Jawa Barat Tahun 2020 Judul Aplikasi :  Siap Antar Obat (Sitaro) dari RSUD Kota Bekasi. Penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia  Tahun 2019, Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2020 Tingkat Jawa Barat Kategori, Penghargaan Kota Terinovatif, Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020.

Penghargaan sebagai Unit Kerja Pelayanan Berpredikat Wilaya Bebas Dari Korupsi (WBK) untuk RSUD Tahun 2020, Penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  Tahun Anggaran 2020. Penghargaan unit Pelayanan Publik Tahun 2020 Kategori sangat Baik dari  Kemendagri.  Penghargaan 10 Kota Toleransi Tahun 2020 dari Setara Institute. Penghargaan Harmoni Award 2020.

Capaian itu merupakan semangat untuk seluruh aparatur agar dapat terus bekerja dengan baik dan benar, guna mewujudkan Visi Misi Kota Bekasi, yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan.

Selain deretan prestasi dari berbagai lembaga negara yang ada Pemkot Bekasi terus melakukan berbagai terobosan diantaranya:

Pada bidang kesehatan Pemkot Bekasi menghadirkanLayanan Kesehatan Masyarakat (LKM). LKM ini digunakan untuk mendapatkan bantuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, Pemkot Bekasi juga berusaha menghadirkan pelayanan kesehatan berupa pembangunan RSUD Tipe D disetiap kecamatan.

Pada bidang penataan kota sebagai kota metropolitan  memiliki tatanan kota yang rapi sehingga indah untuk dipandang mata. Pemkot Bekasi juga melakukan penataan trotoar serta taman kota dengan dilengkapi berbagai fasilitas seperti cctv, satpol PP, Dan masyarakat dimudahkan dengan transportasi penunjang yakni Transpatriot.

Pada masa pandemi, Pemkot Bekasi juga mengucurkan anggaran bantuan iuran kepada para mahasiswa terdapak Covid-19 sebesar  Rp 7,5.  Kota Bekasi ditunjuk oleh Kemendikbud  sebagai Program Sekolah Penggerak yakni Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Penanganan banjir menjadi prioritas bagi Pemkot Bekasi, pembanguan folder air diberbagai titik rawan banjir, dan lubang biopori sebagai resapan air hujan.

Sebagai kota metropolitan, kemacetan menjadi persoalan dengan itu untuk mengurangi titik kemacetan, Pemkot Bekasi melakukan berbagai terobosan seperti melakukan pembangunan Fly Over Rawa Panjang dan Fly Over Cipendawa serta menciptakan sistem rekayasa lalin.

Kota Bekasi menjadi Peringkat ke-3 di Provinsi Jawa Barat dalam Program Pencegahan Korupsi Tahun 2020. (jonder sihotang)