Ketua KWG M.Syuhud Almanfaluty, saat menyerahkan santunan ke anak yatim didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir.

Khataman Al Quran dan Santuni Anak Yatim, Jadi Cara KWG Peringati HPN

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2022, sejumlah awak media yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Gresik (KWG) menggelar kegiatan Khataman Al Quran (membaca Al Quran, red), santuan anak yatim dan potong nasi tumpeng. 

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat KWG, di Jalan Basuki Rahmat, Gresik, Jawa Timur, Rabu (9/2) itu. Dihadiri oleh Wabup Aminatun Habibah, Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir, Wakapolres Kompol Eko Iskandar, perwakilan Kodim 0817, Ketua Milenial DPD Nasdem Gresik Amelia Anwar, serta Ketua Garnita Malahayati Erni Rofikoh Anwar.

Menurut Ketua KWG M.Syuhud Almanfaluty, peringatan HPN yang digelar pihaknya sengaja dilakukan secara sederhana tapi bisa bermakna bagi anak-anak yatim khususnya. Apalagi kondisi pandemi yang belum kunjung berakhir.

“Kami mengelar Khataman Al Quran, menyatuni anak yatim serta, sebagai representasi kepedulian kami terhadap anak-anak kurang beruntung. Serta, membaca Al Quran dengan tujuan berdoa kepada Allah SWT tuhan yang maha kuasa agar pandemi segera berakhir,” ujarnya.

“Ada 50 anak yatim, yang tinggal disekitar Kantor Seketariat KWG yang kita santuni. Masing-masing anak mendapatkan uang tunai, serta bingkisan,” katanya.

Kemudian pemotongan tumpeng kita lakukan, sebagai ungkapan rasa syukur. Sebab hari ini, tepat 9 Februari merupakan hari bersejarah bagi kami sebagai insan pers,” sambungnya.

Syuhud menambahkan peringatan HPN 2022 yang digelar pihaknya, dilakukan  dengan prokes (protokol kesehatan) sesuai anjuran pemerintah sebagai upaya mencegah sebaran dan memutus mata rantai pandemi.

“Saya berharap pandemi covid cepat berlalu, sehingga kehidupan masyarakat kembali normal,  ekonomi masyarakat, ekonomi bangsa juga kembali bangkit,” tuturnya.

Tak hanya itu, Syuhud juga mengajak kepada semua insan pers dalam situasi pandemi. Semakismal mungkin melalui instrumen pemberitaan dimasing-masing medianya, bisa membantu program-program pemerintah daerah yang berorientasi terhadap kepentingan masyarakat.

Serta berperan aktif dalam pemberitaan edukatif, sebagai upaya mencerdaskan masyarakat terkait berbagai hal. Termasuk untuk pemahaman memutus mata rantai pandemi, seperti memahamkan masyarakat tentang pentingnya prokes.

“Semoga ikhtiar kita dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional, bermartabat dengan selalu menjunjung tinggi kode etik profesi. Tak hanya mampu mencerdaskan masyarakat, tetapi juga bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik,” tandasnya. (Mor)