Pengusaha UMKM Harus Bisa Manfaatkan Jaringan Brand Internasional

JAKARTA (Independensi.com)
Kolaborasi menjadi kunci bagi brand lokal untuk meningkatkan diri.

Sinergitas dan memanfaatkan jaringan yang dimiliki brand internasional, akan membantu suksesnya brand lokal.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada brand-brand lokal untuk mampu membangun jaringan dan berkolaborasi dengan brand internasional atau komunitas lainnya.

Upaya itu dilakukan Kemenkominfo melalui peningkatan ekosistem digital dan program transformasi digital.

“Digitalisasi memampukan brand lokal untuk membuka peluang baru serta kolaborasi yang mampu memperluas pasar dan koneksi, adanya transformasi digital mampu membawa perubahan positif dan membuat usaha lebih maju dan berkembang.

“Brand-brand lokal harus berinovasi dan keluar dari zona nyaman kalau usaha ingin maju dan berkembang,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, dalam sambutannya di Forum DigiTalk x Jakarta Sneaker Day bertema “Creative Branding Melalui Kolaborasi” pada di The Hall, Senayan City Kamis (24/3)

Sejalan dengan hal tersebut, Owner Oxford Society, Brian Sutedja mengatakan dengan ketersediaan ekosistem digital memudahkan brand-nya untuk membangun dan memperluas koneksi dalam membangun kolaborasi bersama brand lain.

“Adanya digital membuat kita bisa kenalan dan mencoba connect satu sama lain dengan mudah memakai sosial media seperti Instagram. Bahkan kami pernah berkolaborasi dari awal hingga akhir, tetapi tidak pernah bertemu fisik, tetapi tetap bisa membangun kolaborasi yang baik,” jelas Brian.

Sneaker influencer dan Owner BLK DMND, Anugrah Aditya turut yakin bahwa dengan adanya kolaborasi mampu membuat brand lokal saling melengkapi kekurangan dan meningkatkan kelebihan dari hasil kolaborasi tersebut.

“Adanya hal ini menjadi tempat untuk menjaring komunikasi dan menjalin trust. Setiap brand pasti punya kelebihan dan kekurangan, dengan kolaborasi hal ini bisa saling melengkapi,” tambah Adit.

Skater, Content Creator, dan Brand Owner, Satria Vijie menjelaskan bahwa bagi brand lokal perlu melakukan inovasi dengan menjadi brand luar sebuah benchmark.

Baginya produk brand lokal harus bisa meningkatkan value produknya dengan menjual experience kepada konsumennya tidak hanya sebatas berjualan saja.

“Brand lokal bisa menjadikan brand luar sebagai benchmark dalam berinovasi dengan meningkatkan experience dan membangun story dari produknya, sehingga tidak sebatas menjual produk saja,” jelasnya. (hpr)