Foto : Pupuk non subsidi produksi CV SJS Sidayu.

Kantongi SNI, SJS Pastikan Pupuk Produksinya Layak Edar Untuk Petani

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Pupuk SJS (Sinar Jaya Sae) yang diproduksi salah satu perusahaan di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah mengantongi label Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Dengan demikian peredaran pupuk nonsubsidi ini sudah sah, sesuai aturan yang diberlakukan pemerintah. Sebab, perusahaan telah menerapkan sistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2015 sehingga mutu produk pupuk fosfat alam untuk pertanian telah memenuhi syarat.

Pemilik CV SJS Nur Sokip mengatakan, saat ini pupuk produksinya sudah dilengkapi administrasi perizinan yang dibutuhkan. Hal ini agar konsumen tak ragu memilih produk buatannya.

“Produk pupuk kami sudah melalui serangkaian uji laboratorium, di Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia Farmasi dan Kemasan, Kementerian Perindustrian RI,” ujarnya, Selasa (12/7).

“Dulu produk SJ (sinar jaya), sudah lama vakum. Sekarang menjadi jadi SJS Sinar Jaya Sae. Alhamdulillah, semua dokumen sudah lengkap termasuk uji lab,” tuturnya.

Sokip menambahkan, bahwa produk pupuk CV SJS ada dua. Yakni, Phoska dan SP-36 dengan masa edar dua tahun serta dikemas dalam 50 Kilogram.

“CV SJS selalu mengedepankan konsumen, sehingga seluruh produksi baik pengolahan maupun pengemasan dilakukan dengan tepat dan benar sesuai dengan kandungan yang tertera dibungkus pupuk,” ungkapnya.

“Kami akan terus ada untuk petani, bahkan beberapa demplot atau percontohan sudah ada dan terbukti pupuk yang kami produksi bagus untuk pertanian,” tandasnya.

Sementara, Penasihat CV SJS, Yones Yuono menjelaskan bahwa pupuk SJS merupakan pupuk anorganik Fospat Alam yang mampu meningkatkan jumlah unsur yang berguna untuk tanaman.

“Pupuk ini memiliki daya larut yang tinggi dan mudah diserap akar, sehingga mampu menyuburkan serta menyehatkan tanaman hingga dapat meningkatkan hasil panen,” imbaunya.

“Kandungan hara pospat alam (P2O5) 24 persen, pospat terlarut 22 persen dengab kadar air 2-3 persen,” tukasnya.

Untuk cara pemakaian lanjut Yones, yakni dengan memasukan pupuk SJS ke lubang atau permukaan tanah. Sedangkan, dosis pembibitan 5-10 gram polibag tanaman dalam pot 20-60 gram (1-3 sendok makan) per polibag. Serta, untuk tanaman perkebunan 100-500 gram per pohon.

“Pupuk SJS juga bisa memicu proses pertumbuhan buah dan bunga, serta menyuburkan tanah dan menjadikan tanaman lebih sehat,” pungkasnya. (Mor)