Foto : Aktifitas truk bermuatan material untuk pengurukan proyek pembangunan tanggul di Desa Kedanyang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Proyek Pembangunan Tanggul Kali Lamong Desa Kedanyang Gresik, Gunakan Material Tak Sesuai Ketentuan

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Pembangunan tanggul Kali Lamong di Desa Kedanyang Kabupaten Gresik Jawa Timur, yang merupakan proyek Kementerian PUPR dan pengerjaannya langsung dibawa kendali Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo diduga ada penyimpangan material. 

Berdasarkan temuan independensi.com dilapangan material yang digunakan sebagai bahan urukan dilokasi pembuatan tanggul tidak sesuai dengan bahan yang telah ditentukan. Padahal seharusnya material yang digunakan adalah Clay, tetapi yang didatangkan atau digunakan materialnya berjenis Paras.

Dengan adanya ketidaksesuaian material yang digunakan menguruk untuk pembuatan tanggul itu, terindikasi adanya penyimpangan oleh pihak pelaksana proyek dilapangan. Jika hal itu dibiarkan, tentunya akan ada kerugian negara yang ditimbulkan.

Terkait temuan tersebut, seorang Teknis Lapangan dari PT Indopenta selaku pelaksana pembangunan tanggul di Desa Kendanyang, Wahyu mengakui bahwasanya material yang digunakan dalam proyek yang diawasinya itu tidak sesuai dengan ketentuan.

“Iya memang tidak sesuai pak, tapi belum digunakan kok pak masih ditaruh dipinggir lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Independesi.com, Rabu (28/12).

“Disini saya cuma sebagai pengawas, jadi tidak mengerti dengan material yang ada. Karena, urusan material itu dikendalikan langsung bos saya,” tuturnya.

Di tanya jika sudah tau material yang digunakan dalam proyek tidak sesuai, mengapa masih saja dibiarkan truk pengangkut bahan yang tidak sesuai masuk. Wahyu beralibi tidak mengerti dan hanya menjalankan perintah atasannya.

“Saya cuma menjalankan perintah bos saya pak, Ini juga saya sedang konfirmasi dengan pihak Direksi dan rekan-rekan,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa pembangunan tanggul tersebut, merupakan proyek dari Kementerian PUPR RI dan sebagai pelaksana pengerjaan proyek pembangunannya adalah PT Indopenta selaku pemenang tender.

Namun, sayangnya pihak PT Indopenta tidak koperaktif saat hendak dimintai klarifikasi lebih lanjut terhadap persoalan tersebut terkesan acuh dan seolah tak peduli. (Mor)