Justin Barki. (Ist/Dwi Ari Setyadi)

Barki Melaju ke Babak Pamungkas

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Petenis andalan Indonesia, Justin Barki berhasil melangkah ke final tunggal pekan pertama Harum Energy Men’s World Tennis Tour di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Di babak semifinal, petenis 23 tahun ini menundukkan petenis Ukraina, Yurii Dzhavakian melalui laga rubber set, 3-6 6-4 6-4, Sabtu (17/6/2023).

“Ini benar-benar pertarungan mental dan sangat senang bisa melalui perdingsn ini dengan kemenangan,” ucap Justin usai laga. Pada set pertama, Justin sudah kecolongan bolanya pada servis kedua. Meskipun begitu,  sebelumnya sarjana Princeton University itu sempat berusaha keras mencuri poin dari bola lawan dan gagal. Lagi-lagi, ia terkejar dalam skor kecil dan mesti merelakan gim kelima jatuh ke pangkuan lawan. Set pertama usai, 3-6.

Kehilangan set pembuka, tak membuat Justin patah arang. Tunggal terbaik kedua Indonesia ini lebih cermat dalam menjaga servisnya sendiri. Hati-hati dalam melangkah, peringkat 1043 ATP ini mematahksn servis lawan di gim terakhir serta memaksakan digelarnya set penentuan untuk merebut satu tempat di partai final. Ia pun unggul, 6-4.

Partai babak empat besar ini mulanya tampak antiklimaks bagi Justin. Pertengahan set pamungkas, pemilik delapan gelar juara ganda ITF ini tertinggal, 2-4. Servis keduanya lagi-lagi terpatahkan. Akan tetapi, berkat semangat dari para suporternya, ia pun berhasil mencetak break untuk gim keempatnya dengan dropshot dekat net. “Pas teringgal, saya cuma mau balikin bola untuk memperpanjang pertandingan saja. Habis break, barupah momentum berbalik,” imbuhnya.

Sebelum semi final, Justin harus melakoni partai delapan besar yang tertunda karena hujan di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan sepanjang Jumat (16/6). Petenis kidal itu menumbangkan unggulan ketujuh, Kazuma Kawachi asal Jepang, 6-4 6-4.

Menghadapi partai puncak singles pertamanya sepanjang karir, Minggu (18/6/2023), Justin mengaku bakal mengeluarkan kemampuan terbaik kala menantang Omar Jasika (26). “Dia lebih berpengalaman dan dia main tangan kiri juga. Sama-sama kebot. Jadi, ya, maksimal aja besok,” tekadnya.

Sedangkan Omar Jasika menaklukan dua wakil Jepang dalam sehari. Unggulan pertama asal Australia itu mengatasi Tomohiro Masabayashi di semi final dalam straight set, 6-1 6-3. Sebelumnya, jawara tunggal serta ganda US Open Junior 2014 itu membukukan kemenangan telak atas Sora Fukuda, 6-1 6-1.

“(Tomohiro) merupakan pemain muda yang berbakat. Namun, saya main baik hari ini. Bukan level terbaik. Saya memulai tahun ini dengan cukup buruk. Kini, makin mendekati permainan terbaikku,” tutur keturunan Bosnia yang memiliki lima gelar tunggal ITF tersebut.

Dalam turnamen ini, Omar menyatakan bahwa dirinya ingin mengembalikkan kepercayaan diri serta memulihkan kondisi fisiknya. Ketika tur di level Chalengger pada awal tahun ini, tangannya cedera dan hal itu membuatnya rehat sejenak dari turnamen profesional.

Ketika disinggung mengenai babak final pertamanya tahun ini, ia mengatakan dirinya merasa lebih bugar. “Aku makan dengan baik. Persiapanku, sebagaimana yang telah kulakukan dalam dua minggu ini, aku akan segera beristirahat. Final kuyakin jadi pertarungan yang sengit,” tutur petenis yang menargetkan tembus top seratus pada akhir tahun ini.

Adapun pada final ganda turnamen yang disponsori perusahaan tambang ini, pasangan India, Siddhant Bhantia/S K Reddy Ganta, yang menempati unggulan pertama akan bertemu dengan duet dari Jepang, Tomohiro Masabayashi/Sora Fukuda, yang jadi unggulan keempat. Pada semifinal, Bhantia/Reddy menyingkirkan wakil negeri matahari terbit lain, Kazuma Kawachi/Yuta Kawahashi, dua set langsung, 6-3 7-5.

Sebaliknya, Tomohiro/Sora menjungkalkan duo India lainnya, Nitin Kumar Shinta/Vishnu Vardan, unggulan kedua, dalam rubber set yang berformat super tie break, 3-6 6-1 10-8.