Zainudin Amali. (Dok/Ist)

Zainudin Amali Nilai Taufik Hidayat Layak Jadi Menpora

Loading

JAKARTA (Independensi.com)  – Nama Taufik Hidayat selama ini identik dengan prestasi bulutangkis dunia. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu kini kembali menjadi sorotan, bukan karena smash atau drop shot andalannya, melainkan karena disebut-sebut layak menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Dukungan itu datang dari Zainudin Amali, Menpora RI periode 2019–2023. Menurut politikus partai Golkar ini, Taufik adalah sosok yang tepat menggantikan Dito Ariotedjo yang baru saja diberhentikan Presiden.

“Daripada susah cari lagi (pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga), pendapat saya pribadi ya dilanjutkan Taufik (Hidayat),” kata Zainudin Amali seperti dikutip dari Antara saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-42 Tahun 2025 di Cibubur, Selasa (9/9/2025).

Perjalanan Taufik Hidayat tidak berhenti setelah gantung raket. Pada Oktober 2024, ia dipercaya Presiden sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga. Pengalaman di birokrasi inilah yang dinilai Amali sebagai modal penting bagi Taufik jika ditunjuk sebagai Menpora. “Dia (Taufik Hidayat) Olympian loh, (meraih) emas Olimpiade. Tinggal menambah tentang kepemudaan dan itu bisa dibantu oleh deputi-deputi,” ujar Amali.

Pandangan Amali cukup beralasan. Di dunia olahraga, Taufik dikenal bukan hanya sebagai juara dunia 2004, tetapi juga ikon generasi emas bulutangkis Indonesia. Mental juara, pengalaman internasional, hingga jejaring global menjadi bekal berharga yang jarang dimiliki pejabat kementerian.

Meski namanya santer disebut, Taufik justru memilih merendah. Dalam peringatan Haornas 2025, ia yang sempat bertindak sebagai “Menpora sementara” menegaskan hanya menjalankan tugas sebagai wakil.

“Soal penunjukkan siapa yang menjadi Menpora, itu wewenang Presiden. Saya di sini hanya menjalankan tugas sebagai wakil menteri,” ucap Taufik dalam kesempatan yang sama.

Ia juga menaruh hormat kepada pendahulunya, Dito Ariotedjo. “Banyak kebijakan strategis (dari Dito Ariotedjo) dan pembinaan (olahraga) yang memberikan dampak yang sangat besar bagi kemajuan olahraga di Tanah Air,” kata Taufik. “Terima kasih atas kepemimpinan yang tak kenal lelah dalam membangun prestasi dan kebanggaan olahraga nasional,” tambahnya.

Fenomena mantan atlet yang masuk ke birokrasi bukan hal baru di Indonesia. Namun, tidak banyak yang berhasil menembus posisi puncak kementerian. Jika benar Taufik ditunjuk sebagai Menpora, ia akan menjadi salah satu contoh transformasi sukses dari lapangan pertandingan menuju panggung kebijakan nasional.

Dengan rekam jejak sebagai juara dunia, peraih emas Olimpiade, hingga pengalaman sebagai Wamenpora, Taufik Hidayat menjadi figur yang diyakini mampu menjembatani kepentingan atlet, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun olahraga Indonesia.

About The Author