![]()
BEKASI (IndependensI. com)- Pemkab Bekasi, Jawa Barat, terus berupaya
meningkatan kesehatan masyarakatnya.
Diantaranya pemberian gizi dan makanan tambahan kepada anak usia dini.
Setiap petugas di 51 Puskesmas, juga diwajibkan memberikan penyuluhan dan aktif melayani pelayanan kesehatan dasar kepada semua masyarakat. Termasuk pemberian imunisasi yang lengkap kepada anak bawah lima tahun (Balita).
Terbaru, guna menekan angka kematian ibu dan bayi, Puskesmas Karangreja, Kecamatan Pebayuran membuat inovasi Jaring Riwayat Imunisasi Setiap Wanita (Jari Istimewa) melalui program imunisasi Tetanus Toksik (TT) pada Wanita Usia Subur (WUS).
Imunisasi ini bermanfaat untuk melindungi ibu dari risiko tetanus akibat luka, serta mencegah terjadinya tetanus neonatorum pada bayi baru lahir yang dapat berakibat fatal pada kematian.
Kepala Puskesmas Karangreja, Siti Naijah, menjelaskan imunisasi TT penting dalam pencegahan infeksi tetanus. Karena imunisasi tersebut dapat melindungi bayi yang baru lahir dari tetanus neonatorum serta memberikan perlindungan bagi ibu dari risiko tetanus saat terluka.
Berdasarkan data capaian imunisasi TT WUS di wilayah Kerja Puskesmas Karangreja pada 2023 terdapat 340 jiwa dari total sasaran sebanyak 11.360 jiwa. Hal tersebut menunjukan persentase keberhasilan program masih rendah sehingga cakupan imunisasi belum mencapai target yang diharapkan.
Program Jaring Riwayat Imunisasi Setiap Wanita itu, sebagai terobosan untuk meningkatkan capaian imunisasi Tetanus Tauhid serta penurunan prevalensi Tetanus Neonatorum.
“Dengan adanya inovasi ini diharapka cakupan imunisasi Tetanus Toksoid pada Wanita usia subur dapat meningkat sehingga dapat menurunkan angka kematian neonatus di Kabupaten Bekasi khususnya di wilayah Puskesmas Karangreja,” ujarnya kemarin.
Dalam implementasi inovasi Jari Istimewa, kerjasama dengan berbagai pihak melalui kemitraan dengan pemerintah daerah seperti pihak kecamatan, para kader, Posyandu, perangkat desa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta RT dan RW.
Pada tahap awal implementasinya Puskesmas Karangreja membentuk tim kerja yang terdiri dari penanggung jawab imunisasi, bidan desa dan ketua Upaya Kesehatan Perorangan untuk mengumpulkan permasalahan yang dihadapi.
Kemudian setiap tim kerja melakukan tupoksi masing-masing pada pelayanan imunisasi TT baik di dalam dan luar gedung.
Sejak munculnya inovasi Jari Istimewa memberikan dampak signifikan terutama pada kelompok paling rentan seperti ibu hamil, bayi dan wanita usia subur khususnya di wilayah sekitar Puskesmas Karangreja.
“Hasil inovasi Jari Istimewa berupa konsep baru dalam menjaring wanita usia subur yang status imunisasi tetanus toxoidnya belum lengkap. Ketika wanita usia subur mengunjungi Puskesmas, Posyandu dan Posbindu dapat langsung mendapatkan imunisasi tetanus toxoid jika status imunisasinya belum lengkap,” paparnya.
Berdasarkan data hasil output yang diperoleh dari inovasi Jari Istimewa menunjukkan peningkatan signifikan. Diketahui bahwa capaian imunisasi TT Puskesmas Karangreja mengalami peningkatan lebih dari 100 persen pada tahun 2024 bila dibandingkan dengan 2023.
Dengan adanya inovasi ini, Naijah mengharapkan ke depannya cakupan imunisasi TT pada Wanita usia subur dapat lebih meningkat lagi sehingga dapat menurunkan angka kematian Neonatus di Kabupaten Bekasi. (jonder sihotang)
