Peringatan International Day of the Midwife 2026 dimanfaatkan Ikatan Bidan Indonesia.

Hari Bidan Internasional 2026, IBI Soroti Pemerataan dan Penguatan Peran Bidan di Indonesia

Loading

JAKARTA(Independensi.com) – Peringatan International Day of the Midwife 2026 dimanfaatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menegaskan pentingnya peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia Dr. Ade Jubaedah mengatakan, Indonesia saat ini memiliki hampir 600.000 bidan yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagian besar, yakni sekitar 70 persen, bertugas di layanan kesehatan primer dan komunitas.

“Mayoritas bidan berada di garis depan pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, polindes, klinik, hingga praktik mandiri,” ujar Ade dalam keterangan tertulisnya saat memperingati Hari Bidan Internasional 2026.

Menurut dia, tugas bidan tidak hanya mendampingi ibu saat proses persalinan. Bidan juga berperan sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pemantauan tumbuh kembang anak usia prasekolah.

Selain itu, bidan juga kerap hadir dalam situasi darurat, termasuk penanganan kesehatan pada wilayah terdampak bencana serta perlindungan perempuan dan anak.

Pada peringatan tahun ini, Hari Bidan Internasional mengusung tema global “One Million More Midwives”. Tema tersebut menyoroti kebutuhan peningkatan jumlah dan pemerataan tenaga bidan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ade menilai pemerataan distribusi bidan masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Karena itu, IBI mendorong penguatan kebijakan untuk memastikan akses layanan kebidanan yang setara bagi seluruh masyarakat.

Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia Dr. Ade Jubaedah saat memeriksa pasien saat memperingati International Day of the Midwife 2026 yang jatuh pada tanggal 5 Mei di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menegaskan pentingnya peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di seluruh Indonesia.

“Keberadaan bidan yang merata sangat penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga,” kata dia.

Selain pemerataan, IBI juga menaruh perhatian pada peningkatan kompetensi bidan melalui pendidikan berkelanjutan, perlindungan hukum profesi, kepastian jenjang karier, dan kesejahteraan tenaga kebidanan.

IBI menilai penguatan profesi bidan perlu didukung kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, kementerian, organisasi profesi, hingga masyarakat.

Menurut Ade, kualitas layanan kebidanan yang baik menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi sehat menuju target Indonesia Emas 2045.

“Bidan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak,” ujar Ade.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *