![]()
BEKASI (Indepedensi.com)- Hingga saat ini, di Kabupaten Bekasi, tidak ditemukan kasus Hantavirus. Terkait kasus itu, baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik, tidak ada laporan
Namun demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Upaya yang dilakukan, melalui penguatan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan serta edukasi kepada masyarakat menyusul maraknya pemberitaan kasus penyakit tersebut di sejumlah daerah.
Langkah antisipasi dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit, Puskesmas, dan klinik di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi guna memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala dan melakukan penanganan awal terhadap dugaan kasus Hantavirus.
Penegasan itu disampaikan. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata. Namun pihaknya telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan beserta tenaga medis untuk melakukan screening awal terhadap penyakit tersebut.
“Kami sudah menyiapkan puskesmas, rumah sakit, klinik, serta tenaga kesehatan untuk melakukan screening awal terhadap penyakit Hantavirus,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Upaya yang dilakukan pihaknya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan terkait screening awal dan pengenalan gejala Hantavirus. Termasuk menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan dan publikasi informasi kesehatan melalui media sosial milik Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.
“Hantavirus memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah dan tifoid, seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, hingga sesak napas,”ujarnya.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus yang hidup di lingkungan kotor, lembap, dan dekat dengan sumber sisa makanan maupun tumpukan sampah.
Maka diminta, masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang yang berpotensi menjadi sarang tikus, mengendalikan populasi tikus, serta rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.
Pihaknya juga memperkuat sistem surveilans melalui deteksi dini, investigasi kasus terduga, analisis data, hingga pelaporan berjenjang kepada pemerintah provinsi.
Kepada masyarakat, diimbau agar tidak panik apabila menemukan gejala yang mengarah pada Hantavirus dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. (jonder sihotang)

