Foto : Direktur YLBH Fajar Trilksana, Andi Fajar Yulianto

Dana Transfer Dipangkas, Praktisi Hukum Andi Fajar Yulianto Dorong Pemkab Gresik Berdikari Untuk Cukupi Belanja Daerah

Loading

GRESIK (independensi.com) – Pemangkasan dana transfer sebesar Rp 500 miliar oleh pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah, harus menjadi momentum kepala daerah untuk membangun mental berdikari dalam mencukupi belanja pembangunan wilayah yang dipimpinnya.

Hal tersebut dikemukakan Direktur YLBH Fajar Trilksana, Andi Fajar Yulianto, saat mengamati kondisi fiskal yang bakal terjadi di Pemerintahan Kabupaten Gresik khususnya dampak dari kebijakan nasional itu.

“Menghadapi tantangan fiskal yang akan terjadi tahun depan, ada tiga langkah strategis yang dapat ditempuh oleh Pemkab Gresik. Yakni, mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah.

Kemudian, efisiensi belanja dengan memfokuskan program pada skala prioritas dan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Misalnya bantuan kepada UMKM, secara konsisten dan berkelanjutan,” tuturnya, Selasa 21 Oktober 2025.

Menurut Fajar, sikap berdikari berarti mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pihak lain. Seharusnya dimiliki pemerintah daerah agar bisa melaksanakan program kerjanya sesuai perencanaan berdasarkan skala prioritas.

“Istilah berdikari ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden RI Soekarno untuk menggambarkan kemandirian bangsa Indonesia, baik dalam hal politik, ekonomi, maupun kebudayaan,” imbaunya.

Selain itu lanjut Fajar, memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengawasan yang ketat wajib dilakukan. Bahkan, bila perlu Bupati minta bantuan  Kejaksaan selaku aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara intensif dan berkala pada satuan kerja dilingkungan pemerintah daerah.

“Hal ini sangat penting sebagai upaya mitigasi perilaku korup dari para pejabat,” ucapnya.

“Langkah-langkah yang saya maksud ini, semoga bisa menjadi dorongon bagi Pemkab Gresik untuk menjadi lebih mandiri dalam pembiayaan APBD. Sehingga, tidak terlalu ketergantungan dari dana transfer pemerintah pusat,” tandasnya. (Mor)

About The Author