Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Peringatan HKN: IPM Kota Bekasi Peringkat 2 Jawa Barat.

Loading

 

BEKASI (IndependensI.com)- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi, kini, masuk peringkat kedua tertinggi se Provinsi Jawa Barat. Sektor kesehatan, salah satu penyumbang terbesar peningkatan tersebut.

Hal ini terjadi karena di Kota berpenduduk sekitar 2,8 juta jiwa ini, didukung keberadaan fasilitas rumah sakit yang semakin lengkap dan memenuhi standar pelayanan modern. Dan hal inilah yang menjadi komitmen penuh pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

Penjelasan itu disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhinanto saat pringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025. Peringatan diselenggarakan di Plaza Patriot Candrabhaga, Wali Kota, kemarin.

Tri menegaskan pentingnya budaya hidup sehat sebagai gaya hidup masyarakat. Peningkatan kualitas kesehatan bukan hanya bergantung pada fasilitas medis, tetapi juga pada kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Peringatan hari kesehatan, yang pasti bukan hanya seremonial. Tapi ini merupakan gerakan nyata dan kolaborasi semua pihak RT, RW, kader, tenaga medis, hingga seluruh warga.

Karena itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi ini menambahkan bahwa persoalan lingkungan, masih perlu perhatian serius. Praktik membakar sampah, masih sering ditemukan dan berpotensi memicu penyakit menular seperti DBD.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah dan air kotor demi lingkungan yang lebih sehat.

Tri mencontohkan, Puskesmas Karang Kitri dinilai berhasil mengorganisir gerakan gotong royong kesehatan berbasis masyarakat, melalui program iuran Rp10.000 per rumah untuk layanan penyedotan WC gratis serta optimalisasi IPAL yang dikelola melalui koordinasi warga.

Program ini menjadi contoh inovasi pelayanan berbasis kemandirian dan kolaborasi. (jonder sihotang)

About The Author