Turap saluran air yang baru selesai dibangun longsor di jembatan nol Rawalumbu Bekasi

Wali Kota Bekasi: Setiap Proyek Agar Dikerjakan Sesuai Spek

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, agar setiap kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah, mengutamakan kualitas sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam spek. Jika ada proyek pembangunan tidak sesuai aturan, pasti ditegur dan ditindak sesuai aturan.

Penegasan itu disampaikan saat meninjau ambruknya turap (tembok penahan tanah) pada proyek peningkatan Jembatan Nol, Perumahan Rawalumbu, Kota Bekasi, kemarin.

Turap baru sepanjang kurang lebih 20 meter di saluran air tersebut, runtuh ketika masih dalam tahap pengerjaan.
Berdasarkan laporan di lapangan, insiden ini terjadi akibat curah hujan yang menyebabkan genangan tinggi di bahu jalan, sehingga terjadi tekanan pada struktur turap yang masih dalam fase pemadatan tanah.

Kepala Bidang Bina Marga, Subrin, menyampaikan bahwa penyebab kejadian ini murni faktor cuaca, dan dikarenakan masih dalam masa pemeliharaan. Jadi pemborong, tetap bertanggung jawab dengan pengerjaan perbaikan turap tersebut.

Tri Adhianto, memastikan bahwa pengerjaan proyek akan segera dilanjutkan tanpa membebani anggaran pemerintah daerah.

Pihak ketiga juga telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan total terhadap struktur turap yang patah.

“Perbaikan akan segera dilaksanakan dan pihak ketiga siap bertanggung jawab membangun kembali bagian yang terdampak. Ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka,” tegas Tri.

Ia menambahkan bahwa proyek peningkatan infrastruktur di kawasan Jembatan Nol Rawalumbu, merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam mengurangi risiko banjir dan meningkatkan keamanan akses jalan bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh pembangunan berjalan berkualitas dan memberikan manfaat maksimal bagi warga. Pengawasan akan terus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Sebagaimana terjadi di lapangan, banyak proyek fisik Pemkot Bekasi yang saat ini dalam pengerjaan. Banyak perbaikan saluran air yang dikebut menjelang akhir anggaran tahun 2025. Jadi ada kesan di masyarakat bahwa ada proyek yang dikerjakan tidak sesuai aturan, dan mengejar waktu. (jonder sihotang)

About The Author