![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Di balik tugas utama menjaga keamanan wilayah penugasan, prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir menunjukkan sisi lain pengabdian mereka, kepedulian sosial dan ketulusan membangun hubungan dengan masyarakat. Hal itu tercermin dalam kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan di Kampung Beko, Kabupaten Paniai Barat, Papua.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Para prajurit Marinir memulainya dengan menyambangi SD Inpres Beko, tempat tumbuhnya harapan dan masa depan generasi penerus bangsa. Suasana keakraban terbangun saat personel Satgas berinteraksi langsung dengan para siswa. Tawa dan senyum ceria anak-anak mewarnai pertemuan sederhana namun penuh makna itu.
Dalam kesempatan tersebut, Satgas Pamtas Mobile Yonif 4 Marinir membagikan bantuan alat tulis sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat menambah semangat belajar sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus meraih cita-cita. Tidak hanya memberikan perlengkapan, para prajurit juga menyampaikan pesan-pesan motivasi dan perhatian, menciptakan suasana hangat yang mempererat ikatan emosional dengan para pelajar di Kampung Beko.
Usai kegiatan di sekolah, personel Satgas melanjutkan komunikasi sosial bersama masyarakat setempat. Dialog dilakukan secara terbuka untuk menjalin silaturahmi sekaligus mendengarkan cerita, aspirasi, dan kebutuhan warga. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat disambut dengan antusias, menandai terbangunnya rasa saling percaya.
Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, Satgas Pamtas Mobile Yonif 4 Marinir juga membagikan pakaian anak-anak, pakaian dewasa, serta sepatu kepada warga Kampung Beko. Bantuan tersebut diterima dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh masyarakat, yang merasakan langsung perhatian dari para prajurit di wilayah penugasan.
Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa kegiatan komunikasi sosial ini memiliki makna strategis dalam mendukung stabilitas wilayah. Kegiatan ini menegaskan bahwa kehadiran TNI di daerah penugasan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya membangun hubungan kemanusiaan yang berkelanjutan dengan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Papua.

