![]()
BEKASI (IndependensI.com)-Kebangkitan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di Kota Bekasi, Jawa Barat, terus ditingkatkan Pemerintah Daerah setempat. Banyak kemudahan yang diberikan kepada pengusaha tersebut, mulai dari permodalan, lokasi tempat berusaha. Tujuannya untuk kebangkitan ekonomi masyarakat.
Saat ini, Pemkot Bekasi melakukan pemangkasan birokrasi perizinan dan menjamin izin usaha bisa diterbitkan dalam hitungan jam, bukan lagi berhari-hari.
Langkah taktis ini diambil mengingat UMKM terbukti menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tangguh dibandingkan industri skala besar.
“Kalau dokumennya lengkap, perizinan bisa selesai satu hari, bahkan hitungan jam. Kami tidak ingin mempersulit atau menghambat orang berusaha, karena itu justru akan berdampak pada pendapatan masyarakat dan daerah,” tegas Wakil Wali Kota Bekasi Muhamad Harris Bobihoe, kemarin.
Pernyataan tersebut disampaikan Harris saat meninjau kebangkitan kembali sebuah rumah makan yang baru saja beroperasi kembali pasca-musibah kebakaran.
Selain mempermudah pintu masuk lewat perizinan, Pemkot Bekasi kini menggeser fokus pembinaan pada kualitas akhir produk, khususnya pengemasan (packaging).
Namun kelemahan utama produk lokal seringkali bukan pada rasa atau kualitas bahan, melainkan tampilan visual yang kurang menjual. Maka, perlu perbaikan kemasan untuk siap berkompetisi di pasar ekspor.
“Pemkot Bekasi akan bantu bagaimana mereka pelaku UMKM mengolah, mengemas produknya dengan baik. Kalau sudah rapi dan layak, peluang untuk berkembang sampai ekspor itu terbuka,” ujarnya.
Pemkot Bekasi tengah mematangkan konsep Sport City dan wisata kuliner sebagai magnet ekonomi baru. Dilakukan kolaborasi lintas sektor—melibatkan Dinas Koperasi, UMKM, dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan—tengah digalang secara masif.
Skema ini disiapkan tidak hanya untuk pengembangan usaha normal, tetapi juga sebagai jaring pengaman bagi UMKM yang terdampak bencana agar bisa segera bangkit melalui skema kredit lunak dan bantuan teknis. (jonder sihotang).

