![]()
BEKASI (Independensi.com)- Jika selama ini di Kabupaten Bekasi susah ditetapkan wisata industri, saat ini, Pemerintah Daerah setempat, sedang mematangkan strategi untuk menjadikan sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibition (MICE) sebagai motor penggerak ekonomi baru.
Pengembangan pariwisata berbasis industri ini, diproyeksikan menjadi wajah atau branding utama di masa depan. Hal itu mengingat Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, dengan kehadiran 13 kawasan industri dan dihuni sedikitnya 7.600 perusahaan.
Terkait strategis tersebut, Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan (Sospem) Balitbangda Kabupaten Bekasi, Wiwin Yuniarti mengatakan, pentingnya setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri dalam menarik kunjungan wisata.
Ia menilai, konsep wisata industri tidak boleh berdiri sendiri hanya di dalam pabrik. Diperlukan ekosistem pendukung yang kuat, mulai dari penyediaan hotel, pusat kuliner, hingga ruang pameran dan tempat hiburan yang saling terhubung.
“Jika wilayah lain menonjolkan wisata kuliner atau alam, kami diarahkan pada wisata industri. Potensinya sangat besar dan sedang terus kami gencarkan,” kata Wiwin, kemarin.
Dikatakan, penggabungan elemen industri dengan fasilitas gaya hidup akan menciptakan daya tarik yang kuat. Dampaknya tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga pada perbaikan infrastruktur serta akselerasi ekonomi daerah secara umum.
Saat ini, pihaknya tengah menganalisis mengenai peluang serta tantangan pengembangan MICE di Kabupaten Bekasi. Kajian ini melibatkan lintas sektoral, termasuk Dinas Pariwisata dan Dinas Koperasi-UMKM.
Diharapkan, melalui program tersebut kegiatan ini, dapat membangkitkan perekonomian guna mewujudkan Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera. (jonder sihotang)

