Para atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia dan ofisial berfoto bersama. (Istimewa)

Pelatnas Soft Tennis Indonesia Ditarget Dua Perak di Asian Games 2026

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) Timnas Soft Tennis Indonesia memasuki tahap krusial setelah berjalan intensif sejak 1 Maret. Dalam lebih dari satu bulan terakhir, para atlet menjalani ritme latihan ketat guna mengejar target prestasi pada Asian Games 2026.

Ketua Umum PP Soft Tennis Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Awal Chairuddin, menegaskan bahwa pemilihan kawasan Hotel Sultan, Senayan sebagai lokasi pelatnas merupakan keputusan strategis yang mengutamakan efisiensi.

Keterbatasan lapangan memang menjadi tantangan, namun lokasi yang terintegrasi dengan hunian atlet serta fasilitas pendukung seperti kolam renang dan pusat kebugaran dinilai mampu menjaga kualitas latihan tetap optimal. “Fokus kami adalah efisiensi dan intensitas. Atlet tidak perlu membuang waktu di perjalanan, semua kebutuhan tersedia dalam satu kawasan,” ujar Awal Chairuddin.

Program pelatnas yang dirancang selama enam bulan kini difokuskan pada pemadatan di tiga bulan pertama. Pada fase ini, porsi latihan lebih menitikberatkan pada aspek fisik sebesar 70 persen, sementara teknik berada di angka 30 persen. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun fondasi kebugaran sebelum memasuki tahap penguatan teknik secara bertahap.

Sekretaris Jenderal PP Soft Tennis Indonesia, Buyung Wijaya Kusuma, mengungkapkan bahwa agenda uji coba internasional telah disiapkan sebagai bagian dari strategi peningkatan performa. Sesuai proposal kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, tim dijadwalkan menjalani training camp selama dua pekan di Korea Selatan pada Juni, sekaligus mengikuti dua turnamen di kota berbeda.

Namun, dinamika anggaran yang masih dalam tahap evaluasi berpotensi memengaruhi realisasi program lanjutan. Rencana pelatnas di China Taipei pada Agustus kemungkinan besar dibatalkan, dengan fokus utama dialihkan ke Korea Selatan. Di tengah keterbatasan tersebut, progres atlet menunjukkan tren menggembirakan. Tim pelatih mencatat peningkatan signifikan, baik dari sisi fisik maupun teknik, yang didukung oleh disiplin tinggi serta fasilitas memadai.

Pemantauan rutin menunjukkan kondisi fisik atlet terus membaik, sementara kemampuan teknik mulai berkembang meski belum mencapai puncak performa. Hal ini memunculkan optimisme tim untuk bersaing di level Asia.

Sebagai bagian dari pematangan, Jepang dan Korea Selatan diproyeksikan menjadi destinasi uji coba lanjutan guna mengasah mental bertanding. “Uji coba ini penting untuk membangun rasa percaya diri atlet. Dari situ kita bisa melihat kesiapan mereka menghadapi tekanan pertandingan sesungguhnya,” kata Buyung.

Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, yakni enam bulan, tim pelatih meningkatkan intensitas latihan melalui dua sesi setiap hari dengan waktu pemulihan difokuskan pada akhir pekan. Langkah ini diharapkan mampu mengompensasi keterbatasan durasi tanpa mengurangi kualitas pembinaan, sehingga atlet dapat mencapai kondisi optimal dalam waktu singkat.

Manajer Timnas Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu menegaskan, target prestasi tetap tidak berubah, yakni dua medali perak dari nomor beregu putra dan ganda campuran. Menurutnya, peta persaingan di Asia masih didominasi Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei, sehingga kesiapan maksimal menjadi kunci.

“Tidak ada jaminan posisi. Semua harus menunjukkan performa terbaik. Jika tidak memenuhi target, bisa diganti,” tegas Ferly pada Asian Games 2026 ini didampingi Prima Simpatiaji (pelatih atlet putra) dan Gularso Muljadi (pelatih atlet putri).

Komposisi atlet pelatnas pun belum final. Evaluasi ketat dilakukan dalam tiga bulan awal dengan peluang pergantian pemain bagi yang tidak memenuhi standar performa. Sistem ini membuka ruang kompetisi sehat sekaligus menjaga kualitas tim hingga batas akhir pendaftaran atlet, mengingat skema entry by name masih memungkinkan perubahan.

Seiring waktu menuju Asian Games 2026 yang semakin dekat, pelatnas tidak hanya menjadi pusat latihan, tetapi juga arena seleksi ketat. Hanya atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia di panggung Asia. Dengan progres yang terus menunjukkan arah positif, Timnas Soft Tennis Indonesia berada di jalur yang menjanjikan untuk kembali bersaing dan meraih prestasi.

Daftar Atlet Timnas Soft Tennis Indonesia Asian Games 2026

Putra:

  • Tio Juliando Hutahuruk – Jawa Barat
  • Fernando Sanger – Jawa Barat
  • Rizky Zammy – Kalimantan Timur
  • Bagus Angga Boedy P – DKI Jakarta
  • Reza Pahlefi – Jawa Tengah

Putri:

  • Siti Nur Arasy – DKI Jakarta
  • Allif Nafiiah – Jawa Tengah

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *