Biruni Foundation salurkan ratusan paket bantuan melalui program “Teman Biruni Bahagia” di Jakarta, Minggu-Senin (26-27/4/2026).

Biruni Foundation salurkan ratusan paket bantuan lewat program Teman Biruni Bahagia

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Biruni Foundation menyalurkan ratusan paket bantuan melalui program “Teman Biruni Bahagia” sebagai bentuk dukungan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak yatim piatu, dan anak penyandang disabilitas agar tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia pada hari Minggu-Senin (26-27/4/2026).

Founder Biruni Foundation Taradea dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan program tersebut menyasar 160 anak di Jakarta dan sekitarnya, termasuk kawasan kolong jembatan Manggarai, Kober Jatinegara, PAUD Seruni Pasar Minggu, Sisi Baik Depok, hingga Taman Bacaan Perigi.

Selain itu, Biruni Foundation juga menyalurkan bantuan kepada anak-anak penyandang disabilitas di sejumlah daerah seperti Aceh, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

“Untuk membahagiakan anak-anak, tidak selalu dibutuhkan hal yang besar. Biruni Foundation ingin membersamai Teman Biruni untuk hidup sehat, cerdas dan bahagia,” kata Taradea.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan berupa paket bahan makanan bergizi seperti beras, telur, keju, susu, buah, margarin, dan madu, serta buku cerita anak dan perlengkapan sekolah.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan dasar seperti asupan gizi dan sarana belajar penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama di tengah tantangan kehidupan perkotaan yang kompleks.

Co-Founder Biruni Foundation Lea Jakobiak mengatakan dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia dan ingin ikut berkontribusi membantu anak-anak serta keluarga yang membutuhkan dukungan.

“Indonesia, dan terutama Jakarta, sangat dekat dengan hati saya. Saya merasa dunia ini tidak selalu adil. Ada keluarga yang beruntung, dan ada juga yang tidak,” ujar Lea.

Ia menambahkan bantuan tersebut ditujukan bagi keluarga yang masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, serta keluarga dengan anak penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan tambahan.

Biruni Foundation menilai kehadiran program tersebut diharapkan dapat membawa kebahagiaan sekaligus harapan bagi anak-anak penerima manfaat untuk terus tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesehatan mental anak di Indonesia menjadi perhatian publik. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 46 kasus bunuh diri anak pada 2023, 43 kasus pada 2024, dan 26 kasus pada 2025, yang menunjukkan pentingnya dukungan lingkungan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan perhatian terhadap kesejahteraan anak.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *