Rafa Jeconia berfoto bersama usai menerima trofi kemenangan di ajang DETEC International Junior Championship 2026 pekan pertama, Sabtu (30/5/2026). (Istimewa)

Rafa Jeconia dan Gwen Emily Raih Debut Gelar ITF

Loading

SUKOHARJO (Independensi.com) – Momen bersejarah berhasil dicatat dua petenis muda Indonesia, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Gwen Emily Kurniawan, yang sukses meraih gelar perdana turnamen resmi International Tennis Federation (ITF) pada ajang DETEC International Junior Championship 2026, Sabtu (30/5/2026).

Bertanding di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, keduanya tampil impresif dengan menundukkan lawan-lawan internasional pada partai final tunggal sekaligus mengukir pencapaian terbesar dalam karier junior mereka sejauh ini.

Di sektor tunggal putra, Rafa memastikan gelar juara setelah mengalahkan unggulan kedua asal Amerika Serikat, Brandon Duan, dalam pertandingan tiga set yang berlangsung selama lebih dari dua setengah jam dengan skor 6-4, 4-6, 6-3.

Kemenangan tersebut terasa istimewa karena sekaligus menjadi ajang balas dendam atas kekalahan Rafa dari Brandon pada final turnamen ATF Jakarta U-16 dua tahun lalu. “Saya sangat bersyukur bisa juara di Sukoharjo. Akhirnya setelah lima kali terhenti di semi final, bisa juara di final pertama. Saya berterima kasih sekali kepada pelatih saya, Om Deddy Prasetyo, keluarga, khususnya kedua orang tua saya dan juga adik saya yang terus support,” ujar Rafa.

Meski mengawali laga dengan baik dan merebut set pertama, Rafa sempat kehilangan momentum pada set kedua. Saat unggul 4-1, ia gagal mengamankan sejumlah game point dan harus menyerahkan lima game beruntun kepada lawannya. “Game keenam, set kedua) sebenarnya saya sudah leading, 40-0. Tapi, saya merasa kesulitan buat menutup game-nya. Enggak tahu juga berapa kali dapat game point. Berkali-kali kena deuce sebelum diambil. Saya mikirin game itu terus. Jadi, kalah set kedua, 4-6,” ungkapnya.

Namun Rafa mampu bangkit pada set penentuan. Dengan permainan yang lebih lepas dan fokus yang kembali terjaga, petenis binaan DETEC berhasil mengendalikan pertandingan hingga mengunci kemenangan sekaligus gelar ITF pertamanya.

Keberhasilan serupa juga diraih Gwen Emily Kurniawan di sektor tunggal putri. Dalam final yang mempertemukan dua unggulan teratas, Gwen harus bekerja keras sebelum mengalahkan petenis Tiongkok, Xinran Yan, dengan skor 2-6, 6-2, 6-1.

Pada set pertama, Gwen kesulitan menghadapi permainan agresif lawannya yang tampil cepat dan berani mengambil risiko. “(Yan) sangat gesit, sangat lincah. Sangat berani mukulnya. Bolanya mepet-mepet ke pojok dan cepat. Sekalinya, aku kasih bola pendek, dia langsung nyerobot, ngambil. Sulit banget di awal-awal karena belum terbiasa,” tutur siswi Life Community School Jakarta Barat tersebut.

Setelah kehilangan set pembuka, Gwen mulai menemukan ritme permainan. Petenis peringkat 869 dunia junior itu meningkatkan intensitas serangan sejak awal set kedua dan berhasil membalikkan keadaan. “Di set ketiga, skor kecilnya juga rame terus. Kebanyakan selesai di 40-30 atau deuce. Walaupun kalah set kedua, (Yan) masih ngotot banget mainnya. Jadi, ya, siapa yang bisa nahan poin-poinnya lebih lama aja, sih,” ujar penggemar Aryna Sabalenka tersebut.

Gelar di Sukoharjo menjadi pencapaian penting bagi Gwen yang sepanjang musim 2026 tampil konsisten di level J30. Tambahan 30 poin ITF diperkirakan akan mendongkrak posisinya ke kisaran peringkat 720 dunia junior. “Aku sangat happy bisa meraih juara. Rasanya benar-benar memuaskan. Kerja kerasku terbayarkan,” kata Gwen.

Meski gagal di final tunggal, Xinran Yan berhasil menutup turnamen dengan gelar juara ganda putri. Berpasangan dengan petenis Hong Kong, Lena Lin, ia mengalahkan pasangan Indonesia, Quirina Trea dan Kaylee Tandjung, melalui laga ketat 7-6(1), 4-6, 10-8.

Sementara itu, gelar ganda putra menjadi milik pasangan Indonesia, Komang Bagus Wahyu Purustama dan Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Duet binaan Kentoeng Tennis Academy tersebut menaklukkan unggulan ketiga, Joseph Owen Lauw dan Muhammad Alfaradu Sumirat, dengan skor identik 7-6(0), 7-6(0).

Usai berakhirnya rangkaian pertandingan pekan pertama, DETEC International Junior Championship 2026 langsung berlanjut ke pekan kedua. Turnamen ITF J30 Sukoharjo kembali membuka persaingan bagi petenis usia di bawah 18 tahun dengan diikuti lebih dari 50 pemain internasional yang memulai perjuangan dari babak kualifikasi pada Minggu (31/5/2026).

Konsistensi penyelenggaraan turnamen oleh DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club) menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan bertanding bagi petenis muda Indonesia di level internasional sekaligus memperkuat regenerasi tenis nasional.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *