![]()
JAKARTA (Independensi.com) – PT Dwi Shri Farmindo Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Seluruh mata acara rapat disetujui pemegang saham, termasuk pengesahan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, perubahan susunan pengurus, hingga penunjukan auditor untuk tahun buku 2026.
Dalam pemaparan kinerja perusahaan, Direksi menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perseroan berhasil membukukan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan. Laba bersih tercatat mencapai sekitar Rp6,95 miliar atau meningkat sekitar 41,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,93 miliar.

Selain itu, perseroan juga mencatat peningkatan profitabilitas yang tercermin dari membaiknya margin laba bersih berkat pertumbuhan penjualan, efisiensi harga pokok penjualan, serta peningkatan pendapatan lainnya.
Dari sisi arus kas, aktivitas operasi menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan. Kas bersih dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi sekitar Rp9,13 miliar pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya yang masih mencatat arus kas negatif sekitar Rp8,60 miliar. Perbaikan tersebut didorong oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan, membaiknya kinerja operasional, serta pengelolaan modal kerja yang lebih efektif.

Sementara itu, aktivitas investasi mencatat arus kas negatif sekitar Rp4,5 miliar sebagai dampak penempatan deposito berjangka untuk mendukung pengembangan usaha jangka panjang. Pada sisi pendanaan, arus kas juga mengalami perubahan seiring aktivitas penerimaan dan pembayaran fasilitas pinjaman perbankan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional perseroan.
Kinerja rasio keuangan juga menunjukkan tren positif. Rasio lancar meningkat dari 7,32 kali menjadi 13,24 kali yang mencerminkan likuiditas perusahaan semakin kuat. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) turun dari 0,60 kali menjadi 0,20 kali sehingga struktur permodalan semakin sehat dengan tingkat risiko keuangan yang lebih rendah.
Efektivitas pemanfaatan aset juga meningkat. Return on Assets (ROA) naik dari 2,70 persen menjadi 3,78 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat dari 3,14 persen menjadi 4,24 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aset maupun modal untuk menghasilkan keuntungan semakin baik.
Dalam laporan Dewan Komisaris, disampaikan bahwa sepanjang 2025 pengawasan difokuskan pada efisiensi biaya produksi, perluasan distribusi, penguatan tata kelola perusahaan, serta upaya mempertahankan margin laba. Dewan Komisaris juga memberikan rekomendasi agar perseroan terus menjaga stabilitas biaya produksi di tengah fluktuasi ekonomi, memperluas wilayah pemasaran, memperkuat sistem manajemen risiko, serta melakukan diversifikasi sumber pendapatan.
Pada sesi tanya jawab bersama media, Direktur Utama Aditya Fajar Yunus menjelaskan bahwa peningkatan laba bersih terutama didorong oleh kenaikan penjualan serta keberhasilan perusahaan melakukan efisiensi di berbagai lini operasional.
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah belum memberikan dampak langsung terhadap kinerja perusahaan karena saat ini perseroan lebih berfokus pada bisnis perdagangan karkas ayam dibandingkan peternakan. Perseroan juga terus melakukan efisiensi distribusi untuk mengantisipasi kenaikan biaya logistik akibat meningkatnya harga bahan bakar.

Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga tengah menyiapkan ekspansi ke segmen usaha baru yang diharapkan mulai terealisasi dalam waktu dekat.
Menjawab pertanyaan mengenai pembagian dividen, manajemen menjelaskan bahwa laba tahun buku 2025 belum dibagikan kepada pemegang saham karena akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan investasi pada lini usaha baru.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar sekitar Rp6,904 miliar, dengan rincian Rp200 juta disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas, sedangkan sisanya sebesar sekitar Rp6,704 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan guna memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha.
Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Aditya Fajar Yunus kembali dipercaya sebagai Direktur Utama, Hendri Saputra diangkat sebagai Direktur, sedangkan Ferry Saputra dipercaya menjabat Komisaris Utama. Masa jabatan pengurus berlaku hingga penyelenggaraan RUPST tahun 2031.

Rapat juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 sekaligus menetapkan honorariumnya. Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji, honorarium, dan tunjangan bagi Direksi maupun Dewan Komisaris.
Seluruh agenda RUPST disahkan dengan suara mayoritas bahkan sebagian besar mata acara disetujui secara bulat oleh para pemegang saham. Dengan hasil tersebut, PT Dwi Shri Farmindo Tbk optimistis dapat melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi operasional, ekspansi usaha, serta penguatan tata kelola perusahaan guna meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.

