Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Burangkeng Setu milik Pemkab Bekasi

Antisipasi Kebakaran TPA, Pemkab Bekasi Tingkatkan Kewaspadaan

Loading

 

BEKASI (Independensi.com)- Musim kemarau yang terjadi hingga akhir ini, dan diperkirakan hingga Oktober 2026, rawan terjadi kebakaran. Kebakaran itu, dapat terjadi di wilayah hutan sebagaimana terjadi di beberapa daerah saat ini.

Namun di Kabupaten Bekasi, yang menjadi kewaspadaan pemerintah daerah setempat dapat terjadi kebakaran, adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Burangkeng di Kecamatan Setu.

Sebagaimana diketahui, kuas eksisting TPA Burangkeng sekitar 9,6 hektare. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), luas total yang direncanakan dan diizinkan untuk pengembangan kawasan ini mencapai 11,6 hektare guna mengatasi kondisi over kapasitas.

Kini, Pemerintah Kabupaten Bekasi meningkatkan sistem kewaspadaan di TPA setempat. Langkah mitigasi ini diambil sebagai bentuk respons atas cuaca kemarau ekstrem yang berisiko memicu munculnya titik api pada area pembuangan sampah tersebut.

Adanya pengetatan pengamanan ini, juga dipicu oleh maraknya peristiwa kebakaran fasilitas pemrosesan akhir sampah di beberapa wilayah Jabodetabek. Seperti Depok dan Tangerang.

Atas upaya mitigasi itu, Kepala UPTD TPA Burangkeng Samsuro Mandiansyah menjelaskan, bahwa maraknya kasus kebakaran TPA di berbagai daerah menjadi peringatan serius bagi pihaknya untuk segera mengambil tindakan pencegahan secara masif.

“Kami sudah mendapat alarm dari beberapa TPA di Indonesia yang mengalami kebakaran, seperti di Tangerang dan Depok. Dari situ kami melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir potensi kebakaran di TPA Burangkeng,” ungkap Samsuro.

Adapun pelaksanaannya, pemantauan 24 jam diterapkan melalui pembagian dua tenggat waktu kerja (shift). Sebanyak 14 orang petugas dikerahkan secara bergiliran masing-masing tujuh orang pada siang dan malam hari guna menyisir area-area berisiko tinggi setiap 60 menit.

Jadi ada pergantian shift sehingga pemantauan berlangsung terus menerus. Petugas secara berkala berkeliling ke titik-titik yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Guna menunjang operasional lapangan, pengelola menyiagakan sejumlah fasilitas tanggap darurat berupa dua armada truk tangki air, dua unit pompa portabel, serta alat berat ekskavator.

Masyarakat setempat lebih khusus para pendukung, diminta agar waspada dan jangan sampai ada titik api di lahan TPA milik Pemkab Bekasi itu. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *