![]()
BEKASI (Independensi.com)- Guna membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang membutuhkan air bersih, Palang Merah Indonesia (PMI) setempat,
mendirikan instalasi pengolahan air (IPA) darurat. IPA ditempatkan di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.
Adapun sumber air baku, memanfaatkan air dari bekas galian pasir yang terbukti memiliki debit tinggi selama kemarau. Hasil uji laboratorium juga mengonfirmasi bahwa air dilokasi tersebut aman dan steril dari bakteri E. coli.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih mengungkapkan, melalui sistem penyaringan yang higienis, fasilitas ini tak hanya menyediakan air bersih untuk kebutuhan mandi dan cuci, tetapi juga air yang langsung aman diminum.
Langkah ini diharapkan mampu
Mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di daerah rawan kekeringan yang terjadi saat ini.
Instalasi yang direncanakan beroperasi selama satu bulan ini dirancang untuk mendampingi BPBD dalam menanggulangi krisis air.
Adapun kapasitas produksi mencapai 100.000 hingga 150.000 liter per hari, PMI optimistis pasokan air dapat memenuhi kebutuhan harian warga di wilayah sasaran.
“Kapasitas kita bisa sampai per hari 100.000 liter. Kalau mau memenuhi 150.000 liter juga bisa, hanya produksinya perlu kita istirahatkan,” tambahnya.
Pelayanan ini menyasar empat kecamatan prioritas, yaitu Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah, dan Bojongmangu. Selain mengerahkan empat unit armada tangki, PMI juga mengizinkan warga mengambil air secara mandiri di lokasi instalasi tanpa biaya.
Air untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan. Inovasi ini dilakukan dalam ulang tahun PMI ke-81. (jonder sihotang)

