![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Jiwa Perempuan Indonesia (JIPINDO) mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap tuberkulosis (TBC) sekaligus menghindari stigma terhadap para penderitanya. TBC dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan sesuai prosedur hingga tuntas.
Hal tersebut disampaikan pengurus JIPINDO dr. Isabella Koorag dalam kegiatan bakti sosial “Indonesia Sehat” di RT 014/RW 008, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026).

“Jangan takut dan jangan memberi stigma kepada penderita TBC. TBC bisa disembuhkan, asalkan pengobatan dijalani sesuai prosedur dan sampai tuntas,” kata Isabella.
Ia mengatakan rasa takut terhadap TBC masih dirasakan banyak orang. Karena itu, masyarakat perlu memahami penyakit tersebut, segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

“Mari saling mendukung, bukan mengucilkan. Dan yang paling penting, kita semua wajib menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pembina JIPINDO Dewi Motik mengatakan pihaknya mendukung kegiatan penyuluhan TBC karena penyakit tersebut masih menjadi tantangan kesehatan, termasuk di Jakarta.

“Sebagai Dewan Pembina JIPINDO, saya sangat mendukung kegiatan penyuluhan TBC ini. TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang serius, termasuk di Jakarta, sehingga edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi sangat penting,” kata Dewi.
Menurut Dewi, upaya mewujudkan Indonesia Sehat tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami sakit, tetapi juga melalui pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara dini.
“Saya percaya, menuju Indonesia Sehat bukan hanya tentang mengobati ketika kita sakit, tetapi tentang mencegah, memeriksa kesehatan secara dini, dan saling peduli,” ujarnya.
Dewi mengajak masyarakat bersama-sama melawan TBC dengan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian serta memberikan dukungan kepada penderita agar mendapatkan pengobatan hingga sembuh.

“Mari kita lawan TBC dengan pengetahuan, kepedulian, dan tindakan nyata. Jangan memberi stigma kepada penderita, tetapi dukung mereka untuk mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” katanya.
Ketua JIPINDO Purnama Sitompul mengatakan menjaga kesehatan dan kebersihan diri maupun lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. “Menjaga kesehatan, kebersihan diri, dan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri,” kata Purnama.
Ia menjelaskan edukasi TBC dipilih karena masih tingginya angka penderita TBC. Selain penyuluhan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini.
“Melalui kegiatan ini, kami juga menghadirkan pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini,” ujarnya.
Purnama menegaskan JIPINDO akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di wilayah padat penduduk dan kawasan yang sulit terjangkau.
“JIPINDO akan terus hadir menjangkau masyarakat, terutama di wilayah padat dan sulit terjangkau. Karena kepedulian berarti hadir, berbagi, dan memberi manfaat sebagai ikhtiar bersama menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” katanya.
Kegiatan bakti sosial “Indonesia Sehat” tersebut diisi dengan penyuluhan TBC, pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol, serta layanan pengobatan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, JIPINDO juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, di antaranya pemeriksaan gula darah dan asam urat, pengobatan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

