![]()
LAMONGAN (independensi.com) – Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) gandeng Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Jawa Timur, melakukan penanaman seribu pohon Mangrove di garis pantai setempat.
Mangrove jenis Rhizopora yang ditanam bersama masyarakat nelayan Rajungan Desa Kemantren itu, merupakan langkah awal menjaga kelestarian dan keberlanjutan ekosistem hidup biota laut, khususnya Rajungan yang menjadi salah satu pokok pencarian nelayan.
Field Support APRI kawasan Gresik- Lamongan, Fahad Maulana mengatakan, selain penanaman mangrove, APRI juga membekali nelayan Rajungan desa Kemantren terkait mitigasi spesies ETP (Endangered, Threatened and Protected) dan Mamalia laut.
Dengan mengetahui apa itu mitigasi spesies ETP dan Mamalia laut, nelayan desa Kemantren, khususnya nelayan Rajungan, diharapkan dapat memilah hasil tangkapan sekaligus berkontribusi pada kelangsungan ekosistem laut.
“Selain menanam Mangrove jenis Rhizopora, kami juga memberikan materi mitigasi spesies yang dilindungi, agar nelayan rajungan kemantren bisa memilah dan menjaga tangkapan,” jelasnya, Kamis, Rabu 7 September 2026.
Tanam Mangrove dan Mitigasi Spesies ETP, terang Fahad, merupakan kali kedua sinergi antara APRI dengan Gapokkan desa Kemantren. Sebelumnya di Tahun 2025, APRI juga telah memberikan bantuan seribu Bubu yang merupakan alat tangkap rajungan kepada Nelayan.
“Setelah Amerika mengeluarkan aturan tidak menerima Rajungan dari hasil alat tangkap jaring, tahun lalu kami memberikan seribu Bubu untuk alat tangkap pada nelayan agar sesuai dengan regulasi internasional,” jelas Fahad.
Terpisah Kepala Plt Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, Joko Nursiyanto, mendukung penuh sinergi antara APRI dengan Gapokkan Desa Kemantren dalam mendorong nelayan rajungan meningkatkan potensi tangkap dan keberlanjutan ekosistem laut.
Gerakan tersebut, kata Joko, sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Yakni nelayan tidak hanya berfokus pada hasil tangkap, tapi juga turut menjaga keberlangsungan yang ditangkap.
“Pemerintah Kabutan Lamongan tentu mendukung penuh. Kami juga hingga saat ini terus berupaya membantu nelayan Lamongan dalam meningkatkan potensi tangkap sekaligus membangun kesadaran lingkungan laut,” terangnya.
Sementara, Sekretaris Gapokkan desa Kemantren, Abdul Manaf, menegaskan jika pihaknya bersama nelayan desa Kemantren akan terus menjaga sinergi dengan APRI serta Dinas terkait. Dalam rangka memaksimalkan hasil laut baik dari sisi ekonomi maupun ekosistmenya.
Bagi Gapokkan dan Nelayan desa Kemantren, kata Abdul Manaf, dukungan bagi banyak pihak demi mewujudkan hal itu, sangat di apresiasi dan selalu diterima dengan tangan terbuka.
“Kami sangat berterimakasih pada APRI dan Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan. Tentu jika ada banyak pihak yang mendukung serta membantu nelayan, akan diterima dengan tangan terbuka”, pungkasnya. (Her)

