![]()
SUKOHARJO (Independensi.com) – Petenis muda Indonesia Joachim Mika Gunawan bertekad membalas kekalahan dari unggulan kedua asal Amerika Serikat, Brandon Duan, saat keduanya kembali bertemu pada semifinal pekan kedua DETEC International Junior Championship 2026 di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi Mika untuk melakukan revans setelah pada seri pertama turnamen berlevel ITF J30 Sukoharjo ia harus mengakui keunggulan Brandon dengan skor 5-7, 3-6.
Menghadapi lawan yang sama untuk kedua kalinya dalam sepekan, Mika mengaku telah menyiapkan strategi khusus. Petenis berusia 17 tahun itu ingin tampil lebih berani dan disiplin menjalankan pola permainan yang telah disiapkan.
“Besok aku coba main berani. Enggak takut-takut. Commit sama game planku. Aku juga hati-hati serve-nya. Kekuatan utamanya. Pas ketemu pertama, return-ku terlalu bernafsu, ya. Cepet-cepet mau neken. Jadi, besok akan coba neutralize bolanya dulu baru nyerang,” ujar Mika, siswa Life Community School, Jakarta Barat.
Selain mewaspadai servis Brandon, Mika juga menaruh perhatian pada pukulan backhand silang petenis kidal asal Negeri Paman Sam tersebut. Ia berencana mempersempit ruang permainan lawan untuk mengurangi efektivitas serangan ke area luar lapangan.
Target Mika tidak hanya membalas kekalahan, tetapi juga menembus final tunggal ITF Junior untuk kedua kalinya dalam kariernya. Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah menjadi finalis ITF J30 Phan Thiết, Vietnam, pada akhir tahun lalu.
Mika memastikan tiket semifinal setelah melewati pertarungan sengit melawan kompatriotnya, Muchammad Azka Azzam Al-Arsyad, di babak perempat final. Ia menang melalui rubber set dengan skor 6-4, 2-6, 6-1. Hasil tersebut sekaligus memperlebar keunggulan rekor pertemuannya atas Azka menjadi 2-0. Pada pertemuan pertama di turnamen yang sama tahun lalu, Mika menang dua set langsung 7-5, 6-0.
Semifinal lainnya mempertemukan Rafael Enrico Pribadi dengan unggulan keempat sekaligus juara seri pertama, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong. Duel sesama petenis Indonesia tersebut memastikan tuan rumah memiliki setidaknya satu wakil di partai final.
Rafael melaju ke empat besar setelah membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan pertama Alfaradu Sumirat melalui kemenangan 7-6(4), 7-5. Sementara Rafa menghentikan langkah Komang Bagus Wahyu Purustama dengan skor 6-1, 6-4.
Dominasi Indonesia juga terlihat pada nomor ganda putra. Menariknya, dua semifinalis tunggal, Mika dan Rafa, akan saling berhadapan dalam perebutan tiket final ganda. Mika yang berpasangan dengan Komang Bagus Wahyu Purustama akan menantang unggulan teratas Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Alfaradu Sumirat.
Di semifinal, Mika dan Komang mengalahkan Rangga Wisnu Kresna Rafansyah dan Reavan Rio Suryana dengan skor 6-2, 6-1. Sementara Alfaradu dan Rafa menyingkirkan pasangan Thailand-Tiongkok, Napradh Lalai dan Haoxuan Xu, 6-2, 7-6(1).
Petenis Asia Timur
Sementara itu, sektor tunggal putri menghadirkan dominasi petenis Asia Timur setelah seluruh wakil Indonesia tersingkir di babak perempat final. Unggulan pertama asal Taiwan, Ke-Chieh Hsu, akan menghadapi wakil Hong Kong, Lena Lin. Sedangkan unggulan kedua asal Tiongkok, Xinran Yan, bertemu unggulan ketiga asal Filipina, Jena Jelena Nicole Diaz.
Ke-Chieh Hsu mengalahkan Quirina Trea 6-1, 6-2, Lena Lin menghentikan Lulwa Naswardhani 6-3, 6-0, Jena Diaz menundukkan Callista Rosiana 6-4, 4-1 (retired), dan Xinran Yan mengatasi Maula Saya 6-2, 6-2.
Meski gagal menempatkan wakil di semifinal tunggal putri, peluang Indonesia meraih gelar masih terbuka melalui nomor ganda putri. Pasangan unggulan keempat, Kaylee Tandjung dan Quirina Trea, kembali melaju ke final setelah mengalahkan Callista Rosiana dan Lulwa Naswardhani dengan skor 6-4, 6-3.
Di partai puncak, mereka akan menghadapi unggulan pertama Ke-Chieh Hsu dan Xinran Yan yang menang atas Assyifa Khansa Putri Raga dan Maula Saya 7-6(4), 6-3. Ganda putri Kaylee dan Quirina yang telah bermain bersama dalam delapan turnamen kini mengincar gelar ITF kedua mereka. Gelar pertama diraih pada awal tahun di ajang ITF J30 Bình Dương, Vietnam.

