Kantor pusat pemerintahan kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Dampak  Dolar dan Harga BBM Naik: Pemkab Bekasi Jamin tak Ada Pengurangan Kualitas Pembangunan Infrastruktur

Loading

BEKASI (Independensi.com)- Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, ditambah anjloknya harga rupiah terhadap kurs dolar, sangat berpengaruh terhadap pelayanan proyek pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Maka, terkait hal itu, terkhusus pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) yang banyak melakukan proyek fisik, pelaksanaan beberapa proyek infrastruktur terpaksa di jeda.

Penangguhan sementara pembangunan untuk proses penyelarasan harga ini karena juga berdampak pada biaya operasional alat berat di lapangan.

Hal itu diakui Kepala DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln. Ia menyebut, penataan ulang HPS ini menjadi garansi agar kualitas konstruksi jalan maupun jaringan pengairan di Kabupaten Bekasi tetap kokoh dan sesuai spesifikasi teknis.

“Perencanaan pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi saat ini menyesuaikan HPS,” kata Henry, belum lama ini.

Nantinya, formulasi HPS terbaru akan segera diserahkan kepada jajaran eksekutif daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan. Sehingga seluruh serapan anggaran infrastruktur tahun ini berjalan efektif, akuntabel, dan berdaya guna tinggi tanpa adanya penurunan standar mutu.

Sebab dalam pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan tidak akan mengorbankan kualitas maupun volume pembangunan infrastruktur.

Langkah ini diambil adalah dengan melakukan kalkulasi ulang dan penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pada sejumlah proyek fisik yang bersumber dari APBD.

Hal serupa juga terjadi pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan). Dimana fluktuasi harga energi nonsubsidi di tingkat nasional secara otomatis mengubah peta harga material bangunan di lapangan.

Seperti semen, besi, aspal, hingga hotmix yang mengalami pergeseran harga yang cukup signifikan dari perencanaan awal tahun lalu. Guna menghindari penurunan standar kualitas bangunan, Diperkimtan memilih melakukan langkah preventif dengan merivisi HPS.

“Saat ini kenaikan harga BBM nonsubsidi berpengaruh pada harga-harga. Penyesuaian HPS sedang dilakukan. Contohnya perencanaan HPS lama pembangunan jalan lingkungan 100 meter, kami tidak ingin dengan harga baru tercukupi hanya 80 meter,” ucap Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *