![]()
BEKASI (Independensi.com)- Hingga saat ini, di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum ada pelaksanaan pembangunan proyek fisik. Jika semu dijadualkan pembangunan awal Juli 2026, ternyata perkiraannya melesat
Penyebab ketidak ketepatan jadual pelaksanaan pembangunan proyek, dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga material untuk bangunan konstruksi.
Pihak terkait di pemerintahan ini, hingga sekarang, masih melalukan penyesuaian Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Jadi, tahapan lelang sampai sekarang belum dapat dimulai.
“Pemerintah daerah masih melakukan pergeseran anggaran sekaligus penyesuaian harga akibat kenaikan biaya material,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian, kemarin.
Adapun pergeseran anggaran tersebut, masih dibahas dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pemerintahan daerah setempat.
Saat ini masih melakukan penyesuaian Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) sejumlah proyek setelah kenaikan harga bahan material. Jami akan melakukan pergeseran anggaran dulu.
Tapi, prinsip dari arahan pimpinan, pelaksanaan harus secepatnya. Seluruh rencana anggaran harus dihitung kembali agar tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, ucapnya.
Diperkirakan, sejumlah proyek berpotensi mengalami pengurangan volume pekerjaan. Contohnya, jika semula perbaikan jalan sepanjang 200 meter dengan anggaran yang semula sudah ditetapkan, dan setelah dihitung ulang volumenya berkurang menjadi 180 meter, dampak kenaikan harga BBM dan bahan material bangunan.
Kesulitan anggaran ini, juga terdampak dana transfer dari pemerintah pusat sejak tahun 2025 hingga saat ini, dikurangi dampak efisiensi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)
Belum dapat dipastikan, kapan dimulai pelaksanaan pembangunan. Para kontraktor pun, tidak ada yang berani ikut tender jika tidak ada penyesuaian harga satuan pekerjaan. (jonder sihotang)

