Ribuan pencari kerja saat menghadiri job fair di Kabupaten Bekasi

Platform Digital Bursa Kerja Kabupaten Bekasi Permudah Pencaker

Loading

BEKASI (Independensi com)- Wilayah Kabupaten Bekasi di Jawa Barat, menjadi daerah yang pertumbuhan industrinya, semakin meningkat. Di daerah yang berbatasan dengan Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor, kini, sedikitnya terdapat 7.600 industri di 11 Kawasan yang mampu mempekerjakan satu jutaan jiwa.

Keberadaan ribuan industri ini, menjadi magnet para pencari kerja dari semua daerah se Indonesia.

Guna mempermudah para pencari kerja (pencaker) mencari pekerjaan, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat, terus mempermudah akses informasi kerja bagi masyarakat melalui penguatan ekosistem digital.

Seluruh perusahaan diimbau untuk memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Pasar (SIP) Kerja yang kini telah terintegrasi dengan platform Karirhub milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Tujuannya guna mewujudkan proses rekrutmen yang transparan dan terpusat.

Langkah integrasi satu pintu ini dirancang sebagai solusi efisien bagi dunia industri sekaligus jembatan yang aman bagi para pencari kerja (pencaker) lokal. Saat ini, antusiasme masyarakat Bekasi menyambut digitalisasi ini sangat tinggi, terbukti dengan adanya 36.517 pencaker yang telah terdaftar aktif dan siap diserap oleh sektor industri.

Kepala Bidang Informasi Pasar Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Muhammad Ali Amran, menjelaskan bahwa integrasi ini memangkas birokrasi pengumuman lowongan sehingga perusahaan tidak perlu lagi menyebar informasi di banyak media eksternal secara terpisah.

“Harapannya, ketika perusahaan membuka rekrutmen tidak perlu lagi memposting di berbagai tempat, cukup melalui Karirhub yang sudah terintegrasi dengan platform SIP Kerja milik Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujarnya

Kini, efisiensi platform digital ini terus disosialisasikan dan dikembangkan agar proses penyaringan berkas berjalan lebih optimal di tingkat HRD perusahaan.

Pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat agar lebih teliti dalam menyesuaikan profil dan kualifikasi sebelum melamar, sehingga sistem penyaringan berbasis kompetensi dan sertifikasi dapat bekerja secara maksimal. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *