![]()
BEKASI (Independensi.com) – Tiga Rukun Warga (RW) di Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, mendapat penghargaan atas inovasi lingkungan melalui program MASDARLING (Masyarakat Sadar Lingkungan). Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 tahun di Lapangan Stadion Mini, Pondok Gede, Bekasi, Senin (17/8/2026).

Ketiga RW tersebut yakni RW 001 Kelurahan Jatibening Baru dengan inovasi 1.000 Biopori/LUSADA, RW 006 Kelurahan Jatibening melalui inovasi Eco Enzyme, serta RW 002 Kelurahan Jatimakmur dengan inovasi Komposter. Program MASDARLING dikembangkan Kecamatan Pondokgede untuk mendorong kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung program RW Bekasi Keren.
Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah, S.T., M.M, mengatakan bahwa, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap warga yang telah menghadirkan inovasi nyata dalam pengelolaan lingkungan di tingkat RW. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Kami ingin inovasi lingkungan yang lahir dari masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan di masing-masing RW. Praktik baik ini harus terus dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi RW lainnya di Kecamatan Pondokgede,” ujar Zainal Abidin melalui keterangan tertulis.
Adapun RW 002 Kelurahan Jatimakmur meraih penghargaan sebagai RW terinovatif se-Kecamatan Pondok Gede dalam program Masdarling melalui inovasi “100 Komposter”. Sukses ini menyusul kegiatan sosialisasi mengubah sampah organik menjadi kompos dengan media komposter bertajuk “100 Rumah Merdeka dari Sampah” pada hari Sabtu (8/8/2026). Hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan pertanian sehingga mengurangi sampah yang berakhir di TPS maupun TPA.
Kegiatan ini dihadiri Camat Pondok Gede, Lurah Jatimakmur, Dinas Lingkung Hidup Kota Bekasi, Direktur BSI Patriot, perwakilan Universitas Krisnadwipayana dan seluruh warga Komplek Sinar Kasih. Komposter yang diberikan kepada seluruh warga dialokasikan dari pendanaan program Kegiatan Penataan Lingkungan RW Bekasi Keren Tahun Anggaran 2026.
“Terima kasih untuk Kecamatan Pondok Gede dan Kelurahan Jatimakmur atas penghargaan ini. Terima kasih pula untuk kita semua warga RW 02, karena penghargaan ini dari dan untuk kita semua. Selamat untuk para penggagas kegiatan workshop pengelolaan sampah. Semoga bisa dipertahankan dan terus berlanjut hingga tercapai tujuannya yakni Merdeka dari Sampah,” ujar Ketua RW 02 Kelurahan Jatimakmur, Sumijadi usai acara penghargaan.
Sementara itu Lurah Pondokgede, Zaenal Arifin Setyawan, S.Ag., M.Si, mengatakan, gerakan pengelolaan lingkungan harus dimulai dari tingkat rumah tangga dan kemudian diperkuat melalui partisipasi warga di lingkungan RW. Ia berharap inovasi yang telah dilakukan tiga RW tersebut dapat ditiru dan dikembangkan oleh wilayah lainnya.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus tumbuh dari masyarakat sendiri. Ketika warga mau memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah sejak dari rumah, dampaknya akan jauh lebih besar bagi kebersihan dan kualitas lingkungan,” kata Zaenal.
Sedangkan pemateri kegiatan workshop 100 Rumah Merdeka dari Sampah yang juga praktisi lingkungan hidup, Titik Nuraini mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil terbaik dari seluruh tim panitia pelaksana yang sudah bekerja bersama-sama mencari solusi yang efektif bagi lingkungan. “Ini kerja sama terbaik dari kita semua dan juga menjadi kewajiban kita untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap lestari. Karena ini bentuk bakti kita untuk negeri dan bumi ini. Terima kasih atas kepercayaannya untuk memberi solusi dan membantu RW 02 Kelurahan Jatimakmur untuk pengelolaan sampah,” imbuh Titik.
Dorong Replikasi
Melalui MASDARLING, Kecamatan Pondok Gese mendorong agar berbagai inovasi lingkungan yang telah berjalan dapat direplikasi oleh RW lain. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan RW Bekasi Keren yang bersih, sehat, produktif dan berkelanjutan.
Program ini juga membutuhkan sinergi berkelanjutan antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, kecamatan, kelurahan, pengurus RW dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, inovasi seperti biopori, eco enzyme dan komposter diharapkan tidak sekadar menjadi program penghargaan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengurangi dan mengolah sampah dari sumbernya.
Penghargaan dalam momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 tahun itu sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan, dimulai dari lingkungan terkecil di tingkat rumah dan RW.

