![]()
BEKASI (Independensi.com)- Pembangunan sekolah baru dan perbaikan gedung sekolah yang rusak tingkat sekolah dasar, menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun 2026. Hal itu ditandai dengan pengalokasian anggaran infrastruktur tahun 2026.
Langkah ini direalisasikan melalui peluncuran 15 proyek pembangunan daerah, dimana 10 kegiatan fisik di antaranya diperuntukkan bagi pendirian sekolah baru dan perbaikan total Sekolah Dasar (SD) yang tersebar dari wilayah utara hingga selatan Bekasi.
Adapun peresmian 15 paket pekerjaan publik tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat upacara Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi yang bertempat di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, kemarin.
Ditegaskan Asep, pelaksanaan pembangunan, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan fisik sarana publik. Pembenahan infrastruktur tersebut berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat secara merata di berbagai kecamatan.
“Pembangunan infrastruktur ini adalah bagian strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat wilayah utara dan selatan,” katanya.
Adapun daftar 15 proyek pembangunan tahun 2026 yang diresmikan, adalah
1. Pembangunan Bendung/Pintu Air BS.H.D batas Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung dan Desa Kalijaya Kecamatan Cikarang Utara, nilai kontrak Rp 67.912.868.086.
2. Pembangunan Jembatan Perbatasan RW 001 dengan RW 002 Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.996.094.150.
3. Pembangunan Puskesmas Sukasejati Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan dengan nilai kontrak Rp6.640.797.000.
4. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SDN Sukajaya 05 Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung dengan nilai kontrak Rp5.399.672.000.
5. Rehabilitasi total SDN Sukasari 03 Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru dengan nilai kontrak Rp2.252.078.000.
6. Rehabilitasi total SDN Nagasari 03 Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru adapun nilai kontrak sebesar Rp2.278.275.000.
7. Rehabilitasi total SDN Cibatu 02 Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan dengan nilai kontrak Rp1.491.684.000.
8. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 8 Cibitung Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung dengan nilai kontrak sebesar Rp2.089.724.000.
9. Rehabilitasi total SDN Ciledug 01 Desa Ciledug, Kecamatan Setu dengan nilai kontrak Rp2.149.989.000.
10. Rehabilitasi total SDN Muktijaya 01 Desa Muktijaya, Kecamatan Setu dengan nilai kontrak Rp2.153.577.000.
11. Rehabilitasi total SDN Karangsatria 01 Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara dengan nilai kontrak Rp2.299.637.000.
12. Rehabilitasi total SDN Karang Sambung 01 Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin dengan nilai kontrak Rp2.178.752.000.
13. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SDN Wanajaya 06 Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung dengan nilai kontrak Rp5.285.061.000.
14. Rehabilitasi total SDN Setia Asih 03 Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya dengan nilai kontrak Rp2.034.651.000.
15. Rehabilitasi total SDN Jayasakti 05 Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong dengan nilai kontrak Rp2.227.668.000.
Pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi tahun 2026, digelar Rapat Paripurna DPRD. Dan diakhiri dengan tasyakuran dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi para Bupati Bekasi dari periode sebelumnya serta sejumlah tokoh masyarakat.
Pada saat itu Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa memasuki usia ke-76, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong pemerataan pembangunan agar manfaat kemajuan daerah dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk kawasan perdesaan.
Kerja Keras
Pembangunan Kabupaten Bekasi selama ini tidak terlepas dari kerja keras dan kontribusi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha hingga masyarakat.
Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan yang semakin beragam sehingga pembangunan ke depan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen daerah.
Maka, Asep menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan berjalan dengan baik.
Ia juga menegaskan perlunh dukungan dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, media, dan masyarakat, agar program pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas. Karena pembangunan daerah membutuhkan kerja sama seluruh unsur yang ada.
Asep menkelakan, bahw arah pembangunan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi, yakni “Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua.”
Tema ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.
Ia menginformasikan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih patut disyukuri. Namun, persoalan yang masih membutuhkan perbaikan harus menjadi perhatian bersama agar pembangunan Kabupaten Bekasi dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Peraturan Daerah
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Syukron mengatakan DPRD bersama pemerintah daerah terus menjalankan fungsi legislasi untuk membangun landasan hukum yang mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sejumlah rancangan peraturan daerah telah dibahas dan ditetapkan bersama, di antaranya mengenai pemberian insentif dan kemudahan investasi, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, pengelolaan sampah, perlindungan perempuan dan anak, serta kependudukan dan pendidikan.
Disebut, berbagai regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kerangka hukum yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.
Rapat Paripurna DPRD dalam rangka tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, DPRD Provinsi Jawa Barat, para bupati Bekasi dari berbagai periode, serta sejumlah tokoh masyarakat. (jonder sihotang)

