Bali Interfood 2026: Lebih dari Sekadar Pameran, Penguatan Ekosistem Hospitality Pulau Dewata

Loading

Denpasar (Independensi.com) – Bali Interfood 2026 kembali digelar pada 2–4 September di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), bukan sekadar ajang transaksi produk makanan dan minuman, melainkan momentum strategis untuk memperkuat jejaring bisnis, mendorong inovasi, dan menegaskan posisi Bali sebagai pusat pertumbuhan industri hospitality nasional.

Konferensi pers penyelenggaraan pameran ke‑7 ini digelar Senin (31/8) di Nexx Cafe, Denpasar. CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, mengingatkan bahwa sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, Bali Interfood berkembang dari event dua tahunan menjadi agenda tahunan sejak 2025, dengan target memperluas cakupan pada penyelenggaraan 2027 yang akan mengangkat tema hospitality Bali secara lebih komprehensif.

“Bali Interfood tahun ini sudah diselenggarakan yang ke‑7 kalinya. Biasanya diselenggarakan setiap dua tahun. Mulai 2025 kita adakan setiap tahun, dan tahun depan 2027 juga akan diadakan setiap tahun,” kata Daud.

PHRI: Kuliner Bagian dari Pengalaman Wisata

Chairman PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyambut konsistensi penyelenggaraan ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat jaringan pelaku industri. Menurutnya, kuliner kini melampaui fungsi pemenuhan kebutuhan dasar; ia menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang memuat cita rasa, budaya, dan identitas lokal.

“Pameran Bali Interfood yang ketujuh kalinya hari ini tentunya bukan hanya sebuah pameran produk makanan dan minuman, tetapi sebenarnya merupakan ruang yang sangat strategis untuk memperkuat jaringan bisnis,” ujar Tjokorda Oka. Ia menekankan pentingnya kualitas produk, keberlanjutan, dan penguatan budaya lokal sebagai diferensiasi Bali di kancah pariwisata global.

Pertumbuhan Industri F&B Di Atas Rata‑Rata

Chairman GAPMMI, Adhi S. Lukman, memberikan catatan optimis namun hati‑hati: sektor makanan dan minuman nasional tumbuh positif pada paruh pertama 2026, dengan angka sekitar 6,51 persen — lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Namun ia mengingatkan tantangan yang masih menyertai sektor ini, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga regulasi yang memengaruhi rantai pasok dan daya saing.

“Bali Interfood memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertemu, saling mengisi, berbagi pengalaman dan berdiskusi bagaimana kita harus tumbuh bersama‑sama di tengah tantangan yang ada saat ini,” kata Adhi.

Mempersiapkan Bali Interfood 2027 yang Lebih Luas

Sebagai langkah pengembangan, penyelenggara merencanakan pelebaran fokus pada 2027 dengan menonjolkan aspek hospitality — termasuk pelayanan, perhotelan, dan layanan pendukung pariwisata — sehingga pameran menjadi platform bisnis dan inovasi yang lebih representatif untuk ekosistem hospitality Bali.

Selain pameran produk, teknologi, dan peralatan, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan kompetisi dan agenda promo seperti Indonesian Selection Gelato World Cup, yang memberi panggung bagi talenta kuliner nasional dan regional. Dengan penggunaan bahan baku lokal dan sentuhan budaya, acara ini membuka peluang memperkenalkan cita rasa Nusantara ke arena internasional.

Pameran ini mempertemukan pelaku usaha makanan dan minuman, chef, hotel, restoran, kafe, katering, asosiasi, dan pelaku industri terkait dalam satu ruang kolaborasi. Dengan konsistensi penyelenggaraan tahunan, Bali Interfood diharap kian memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem pariwisata dan hospitality Bali.

Bali Interfood 2026 akan berlangsung 2–4 September 2026 di BNDCC, Bali. Penyelenggara berharap event ini menjadi momentum pemulihan pasar, penguatan jejaring bisnis, serta kesempatan ekspansi pasar bagi pelaku industri. (hd)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *