Kawasan Industri di sisi timur dan utara Saluran Induk Tarum Barat (Kalimalang) Kabupaten Bekasi.

Investasi Kabupaten Bekasi Tahun 2026 Ditargetkan Rp 70 Triliun

Loading

 

BEKASI (Independensi.com)- Sebagai Kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara dan kini tersebar 11 kawasan industri besar dan dihuni sekitar 9.100 perusahaan, dan kalau sampai yang terkecil berdasarkan NIB, ada sekitar 58.000 perusahaan.

Adapun jenis Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Bekasi mencapai Rp 70 triliun tahun 2026.

Target tersebut disampaikan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bertema Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi di Kabupaten Bekasi, kemarin.

Pertumbuhan investasi merupakan sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka semakin banyak peluang kerja bagi masyarakat.

Disebut, target tersebut optimis tercapai. Saat sekarang aja, sudah masuk investasi Rp 50 triliun. Jadi, target tersebut sangat memungkinkan mengingat Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang pertumbuhan ekonominya terus membaik.

Sebagai daerah, kawasan industri salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Karena itu, keberlangsungan investasi sangat berkaitan erat dengan terciptanya situasi daerah yang aman dan kondusif.

“Kalau Bekasi goyang, kita tidak tahu ibu kota seperti apa. Makanya benar-benar dijaga kondusif,” tegasnya.

Untuk mendukung target investasi tersebut, Pemkab Bekasi berkomitmen membangun hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan. Pemerintah daerah memandang pekerja bukan sekadar bagian dari proses produksi, tetapi merupakan mitra strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan dunia usaha.

“Hubungan industrial yang berkeadilan dan kondusivitas investasi sangat relevan dan menjadi komitmen bersama yang harus kita wujudkan. Buruh atau pekerja bukan sekadar faktor produksi, melainkan mitra strategis pembangunan ekonomi,” jelas Asep Surya Atmaja.

Ia pun menegaskan bahwa Pemkab Bekasi siap menjadi fasilitator dalam membangun komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan diharapkan dapat dilakukan melalui dialog dan perundingan yang konstruktif.

Asep mengajak semua pihak agar sama-sama menjaga kondusifitas daerah untuk keberlanjutan pembangunan Kabupaten Bekasi yang saat ini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa. Jika investasi tumbuh dan berkembang, maka, lapangan pekerjaan pun akan semakin terbuka luas. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *