Surat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada Gubernur Jabar minta guru penganiaya siswa di SMA 12 minta dipindah. (humas)

Guru Pelaku Kekerasan di SMA 12 Kota Bekasi Harus  Pindah

BEKASI (IndependensI.com)-  Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi minta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, agar memutasi guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi yang melakukan kekerasan terhadap siswanya. Surat itu dikirim mengingat Pemkot Bekasi tidak mempunyai weweng terkait pendidikan di tingkat sekolah lanjutan atas (SMA/SMK).

Video aksi kekerasan yang dilakukan oknum guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi viral di media sosial, tentunya kejadian tersebut kembali mencoreng dunia pendidikan. Diketahui guru dalam video tersebut sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengaku pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan telah mengajukan surat permohonan mutasi bagi oknum guru kepada Gubernur Jawa Barat. Surat itu langusung ditandatangani wali kota.

“Kami telah membuat surat ke Gubernur Jabar mengusulkan guru tersebut agar dimutasi ke daerah lain demi menjaga kondusifitas bagi guru yg bersangkutan dan juga siswa ,” tegas Inayatullah, Kamis (19/2/2020).

Dinas Pendidikan  Kota Bekasi,  katanya,  tidak mempunyai  kewenangan langsung terhadap yang bersangkutan. Sebab kewenangan pendidikan tingkat SMA dan SMK, sudah menjadi urusan pemerintah provinsi.

“Kewenangan SMA/SMK memang ranahnya provinsi. Namun karena insiden tersebut berada di wilayah Kota  Bekasi, mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut membantu   karena menyangkut anak-anak didik yang ada di Kota Bekasi,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan oknum guru  IM kepada siswanya sangat tidak pantas, mengingat tugas seorang guru ialah mendidik dan menjadi pengayom bagi anak didiknya.

“Saat hari kejadian IM dan Kepsek kita panggil. Saya minta kepada beliau untuk meminta maaf kepada siswa-siswa dan orangtua murid supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Karena jelas memang dia sudah mengakui kesalahannya,” tambah Inayatullah.

Ia berharap kejadian tersebut menrupakan insiden terakhir di dunia pendidikan. Dan ini menjadi peringatan bagi kita semua. Kedepan harus dibarengi juga pembinaan.

Sebagaimana diketahui, kekerasan oleh oknum guru sempat viral di media sosial. Kendati sudah ada penyelesaian secara kekeluargaan antara oknum guru dengan siswa dan orangtua siswa, untuk menjaga kondusifitas di sekolah, sebaiknya guru bersangkutan dimutasi saja.(jonder sihotang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *