![]()
Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, sidak dilakukan untuk memastikan pengerjaan infrastruktur jalan senilai Rp 13,9 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) agar segera dirampungkan.
“Penyelesaian pembangunan untuk meningkatkan kualitas jalan penghubung antara Bungah dan Dukun ini, telah molor dari yang di rencanakan. Makanya, kami dari Komisi III DPRD Gresik melakukan sidak, untuk mengecek secara langsung progres riil di lokasi pasca-kesepakatan rapat evaluasi,” ujarnya, Kamis 5 November 2026.
Berdasarkan data teknis, lanjut Hamdi proyek strategis yang awalnya dijadwalkan mulai beroperasi sejak April hingga 25 Oktober 2026 tapi mengalami keterlambatan realisasi.
“Pelaksanaan fisik di lapangan, bergulir sekitar bulan Mei hingga awal Juni. Namun, hingga batas waktu akhir kontrak terlampaui, pengerjaan belum rampung,” tuturnya.
Dikatakan Hamdi, sebelumnya pihaknya telah memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik dan tim konsultan pengawas, serta pihak kontraktor pelaksana dalam forum rapat dengar pendapat (hearing).
“Hasil hearing Komisi III DPRD Gresik, merekomendasikan pemberian addendum atau tambahan waktu penyelesaian selama 50 hari. Apabila pengerjaan tetap mangkrak dan melampaui batas toleransi yang disepakati, kontraktor akan dijatuhi sanksi denda keterlambatan sebesar satu permil (1℅) dari total nilai kontrak setiap harinya,” ungkapnya.
“Kami berharap, target penyelesaian yang diberikan pada akhir November ini benar-benar bisa tuntas. Karena ada catatan sesuai hasil sidak, pasokan sejumlah bahan material viral harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Sementara, Konsultan Pengawas Proyek, Dani, mengakui adanya ketersendatan ketersediaan pasokan material dari penyedia. Serta adanya kendala teknis dilapangan saat pengerjaannya sedang berlangsung.
“Progres pengerjaan ada di kisaran 50 persen dan pemasangan U-Ditch mulai lancar. Tetapi untuk titik di depan area pemukiman atau rumah warga, belum bisa maksimal dikerjakan jika dilakukan penggalian. Kendala utamanya ada pada kelancaran suplai material dari kontraktor,” tukasnya.
Dijelaskan Dani, saat ini baru sekitar 150 unit U-Ditch yang telah terpasang dari total kebutuhan sebanyak 1.760 unit. Sedangkan untuk pengaspalan jalan, masih sekitar 1 kilometer total panjang ruas yang mencapai 4,2 kilometer.
“Penyelesaian pemasangan U-Ditch diproyeksikan pada 14 Desember 2026, sedangkan pengaspalan ditarget rampung 15 November 2026. Namun seluruh estimasi ini sangat tergantung pada kelancaran pengiriman pasokan material di lapangan,” pungkasnya. (*)




