Foto: Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani saat mengambil sumpah dan janji Edy Hadisiswoyo sebagai Pj Sekda Gresik

Bupati Gresik Angkat Edy Hadisiswoyo Jadi Pj Sekda Gresik

Loading

GRESIK (independensi.com) – Edi Hadisiswoyo, resmi diangkat menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, setelah diambil sumpah dan janjinya oleh Bupati di ruang Mandala Eka Bhakti Praja, Rabu 28 Oktober 2026.

Dalam sambutannya usai melantik Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani berpesan agar Pj Sekda mempu menjalankan tugasnya dengan baik. Terutama dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2027 yang ditarget sebesar Rp 2 triliun

“Penunjukan Pak Edi Hadisiswoyo sebagai Penjabat Sekda ini, karena kita telah mempertimbangkan senioritas serta pengalaman birokrasinya di  Pemerintah Kabupaten Gresik.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada beliau, sehingga bisa memberikan arahan dan bimbingan ke semua OPD (organisasi perangkat daerah) dalam membangun semangat kebersamaan,” tuturnya.

Bupati menambahkan, bahwa koordinasi antara OPD sangat diperlukan agar program yang telah di canangkan dalam pemerintahannya bisa berjalan secara maksimal.

“Koordinasi antara Sekda dan jajaran OPD harus terus tercipta dengan baik, sehingga apa yang menjadi program maupun target pemerintah daerah bisa terwujud,” tegasnya.

Selain penguatan koordinasi birokrasi, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fiskal daerah. Ia meminta optimalisasi PAD dilakukan dengan menggali sumber pendapatan yang potensial dan terukur disemua sektor.

“Melihat realitas kondisi saat ini, maka daerah harus bisa memperkuat fiskal. Untuk itu, kita harus jeli mana yang potensial tetapi tidak membebani atau menimbulkan gejolak di masyarakat,” tukasnya.

Menurutnya, upaya kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perlu dihindari apabila justru menambah beban masyarakat. Sebagai alternatif, pemerintah daerah didorong mengidentifikasi potensi pendapatan lain yang belum tergarap secara maksimal, misalnya dengan pemanfaatan lahan-lahan tidur.

“Di Gresik banyak lahan-lahan tidur, yang bisa di manfaatkan untuk jadi sarana meningkatkan PAD. Sebab itu merupakan salah satu sektor yang masih terabaikan,” tandasnya.

Lebih lanjut Bupati juga mendorong penguatan program bantuan pendidikan melalui kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Pemerintah Kabupaten Gresik telah menganggarkan Rp7 miliar pada 2027 untuk program beasiswa. Bantuan yang direncanakan berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2,5 juta per semester serta uang saku Rp1 juta per semester bagi para mahasiswa,” ungkapnya.

Ia berharap perusahaan melalui program CSR dapat menyelaraskan dukungan pendidikannya dengan program pemerintah daerah. Untuk pembahasan lebih lanjutnya direncanakan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) CSR pada November 2026.

Sementara itu, PJ Sekda Gresik, Edy Hadisiswoyo mengaku siap untuk menjalankan amanah yang diberikan  Bupati dan Wakil Bupati kepada dirinya. Bahkan, berkomitmen untuk membangun koordinasi yang baik dengan semua pihak.

“Langkah awal yang akan saya lakukan adalah memperkuat konsolidasi internal bersama seluruh kepala OPD, agar program-program yang telah dicanangkan pemerintah daerah selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.

“Sesuai arahan Bupati terkait penguatan fiskal, tentu kita akan berupaya untuk melakukan optimalisasi PAD. Yakni, berkoordinasi dengan OPD penghasil untuk merumuskan skema peningkatan pendapatan. Serta membuka ruang dengan rekan-rekan media, agar memberikan masukan mengenai potensi PAD yang dapat dikembangkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui Edy Hadisiswoyo saat ini masih berstatus sebagai Kepala Bappeda Gresik, sekaligus Plt Direktur Utama Perumda BPR Bank Gresik. (*)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *