Benarkah 80 Persen Tanah Indonesia Dikuasai Asing?

JAKARTA  (IndependensI.com) -Maraknya investor asing masuk Indonesia beberapa tahun terakhir mendapat sorotan berbagai kalangan, terutama dalam hal penguasaan aset-aset nasional yang sangta vital. Salah satu yang disorot adalah penguasaan lahan tanah oleh pihak asing yang kian mengkhawatirkan.

Kalau data yang disampaikan benar adanya, maka penguasaan lahan oleh asing tersebut sudah menjadi “lampu merah” bagi negeri ini. Di tengah upaya Presiden Joko Widodo membagikan lahan kepada petani miskin, justru pengusaha atau konglomerat telah menguasai lahan  secara besar-besaran. Parahnya, perusahaan konglomerat itu telah go public, sehingga sahamnya sebagian sudah dikuasai asing.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengaku prihatin karena keadaan ekonomi di Indonesia yang sebagian besar asetnya dikuasai oleh asing. “Yang cukup mengharukan adalah tanah kita ternyata 80 persen dikuasai oleh asing, 13 persen dikuasai konglomerat, sisanya tujuh dibagi untuk 250 juta jiwa,” kata Syafii Maarif dalam tulisannya yang dibacakan tamir masjid setempat saat menerima silaturahim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman di Nogotirto, Gamping Sleman, Rabu (5/7/2017).

Syafii menyampaikan hal tersebut dalam tulisannya yang dibacakan oleh takmir masjid setempat di hadapan Forkompimda yang dipimpin langsung Bupati Sleman Sri Purnomo. Namun tidak dirinci lebih jauh megenai cara asing menguasai lahan tanah di Indonesia. Sebab, banyak konlomerat nasional menguasai lahan tanah dan perusahaannya di jual ke perusahaan asing. Artinya, aset perusahaan konglomerat tersebut sudah diambil alih pihak asing. Kondisi itu tentu sangat berbahaya bagi masa depan bangsa.

Syafii berharap Kabupaten Sleman bisa meningkatkan ketentraman dan keamanan di wilayah Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman juga harus mampu menjadi contoh nasional sebagai kabupaten yang mampu mengendalikan ketertiban dan keamanan di wilayahnya. Masih banyak terjadi perampokan, penipuan, ‘klithih’ juga masih ada. Saya harap Kabupaten Sleman bisa meningkatkan keamanannya,” katanya seperti dikutip Antara.

Syafii juga berharap Kabupaten Sleman bisa mengurangi angka kemiskinan, sehingga bisa menjadi contoh di tingkat nasional dalam upaya pengentasan kemiskiran.

Bupati Sleman Sri Purnomo bersama bersama dengan Forkompimda dan OPD melakukan silaturahim kepada kiai, ulama, dan tokoh masyarakat Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka Idul Fitri 1438 Hijriah.

Sebanyak lima kiai dan alim ulama yang dikunjungi rombongan Bupati Sleman pada Rabu. Yang pertama Bupati Sleman beserta rombongan bersilaturahim ke kediaman Prof Dr Syafii Maarif di Perumahan Nogotirto II Gamping.

Bupati Sleman beserta rombongan diterima oleh tamir Masjid Nogotirto dikarenakan Syafii Maarif sedang berada di luar kota.

Setelah dari kediaman Buya Syafii, Bupati Sleman beserta rombongan kemudian melanjutkan silaturahim ke K.H. Sujai Masduki pimpinan Pondok Pesantren As Salafiyah di Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping.

Kegiatan dilanjutkan ke kediaman Abdullah Effendi, pengasuh Pondok Pesantren Babuttowalit di Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, ke kediaman Ketua IPHI Kabupaten Slemanb K.H. Abdul Madjid, MSi di Margokaton, Sayegan. Acara terakhir ke kediaman K.H. Asyhari, pengasuh Pondok Pesantren As Salam Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel.