Foto bertanggal 12 Juni 2014 ini memperlihatkan kapten tim nasional Meksiko, Rafael Marquez, menghadiri jumpa pers di Stadion Las Dunas, Natal, Brasil, jelang Piala Dunia 2014. (AFP)

Marquez Bantah Terlibat Kartel Narkotika

JAKARTA (IndependensI.com) – Rafael Marquez membantah terlibat kartel narkotika seperti yang dituduhkan Departemen Keuangan AS, Rabu (9/8/2017). Mantan pemain bertahan FC Barcelona itu masuk dalam daftar hitam yang terdiri atas 22 nama.

Pengumuman AS mengguncang sepakbola Meksiko. Di negeri itu, Marquez, yang akrab dipanggil Rafa, adalah seorang legenda. Dia pertama kali memperkuat tim nasional Meksiko pada Februari 1997 dan kemudian memimpin “El Tri” di empat Piala Dunia terakhir.

Kapten Timnas Meksiko Diduga Bandar Narkotika

Dia pernah menjadi bintang muda di klub Atlas sebelum pindah ke AC Monaco pada 1999. Sekitar empat tahun kemudian, Marquez dikontrak Barcelona lalu menjadi pemain Meksiko pertama yang berhasil menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Arsenal pada 2006. Marquez kemudian menjalani empat tahun lagi di Barcelona sebelum dilepas pada 2010.

Pemain berusia 38 tahun itu sempat dua tahun memperkuat Red Bulls di Liga Sepakbola AS (MLS). Selanjutnya dia pindah ke klub Meksiko, Leon, dan kini kembali bermain di Atlas.

Meski usianya sudah tua, Marquez masih andal. Pada November 2016, dia mencetak gol di menit 89 yang membuat Meksiko menang 2-1 atas Amerika Serikat pada kualifikasi Piala Dunia 2018.

Federasi Sepakbola Meksiko belum mengomentari tuduhan AS. Tapi Kementerian Kehakiman Meksiko mengatakan bahwa Marquez sudah secara sukarela melapor ke otoritas negara itu.

Pemerintah AS tidak merinci peran Marquez di kartel Flores. Nama lain yang masuk daftar hitam adalah Mauricio Heredia Horner, eksekutif kepala yayasan amal Marquez.

Penyanyi mariachi Marco Fregoso juga masuk daftar hitam. Fregoso disebut bertindak atas nama Marquez di organisasi Flores.