Presiden AS Donald Trump memperlihatkan nota yang menyerang China terkait pelanggaran hak cipta, inovasi, dan teknologi di Gedung Putih, Washington, Senin (14/8/2017). (AFP)

Dituduh Langgar Hak Cipta, China Tantang AS

BEIJING (IndependensI.com) – China, Selasa (15/8/2017), mengingatkan Amerika Serikat bahwa Beijing “tidak akan tinggal diam” jika Washington menerapkan sanksi perdagangan. Pernyataan itu disampaikan pemerintah China setelah Presiden AS Donald Trump melancarkan penyelidikan terhadap pelanggaran hak cipta.

Kementerian Perdagangan China menyatakan “amat prihatin” dan mengingatkan bahwa proteksi perdagangan AS “dapat merusak hubungan perdagangan bilateral”.

Pernyataan tersebut diunggah di laman resmi kementerian. Lembaga itu menambahkan bahwa Beijing bakal “melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan hak dan kepentingan China”.

Pada Senin (14/8/2017), Trump menandatangani nota yang memerintahkan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk memastikan apakah kebijakan China mengganggu investor atau perusahaan Amerika. Jika terbukti benar, Lighthizer diminta mempersiapkan serangan balasan.

Trump menegaskan bahwa “Washington tidak akan lagi tutup mata” terhadap Beijing yang “mencuri” rahasia industri AS. Kecemasan inilah yang sudah lama dihadapi perusahaan asing yang berniat masuk pasar China.

Perang perdagangan baru ini akan memperkeruh hubungan AS dan China yang sudah memburuk terkait krisis Semenanjung Korea. Pekan lalu, Trump menyatakan bahwa dia mungkin memperlunak sikapnya terhadap Beijing asalkan China mau membujuk Korea Utara menghentikan program nuklirnya.