Bongar pasang tanaman di beberapa taman di Kota Gresik dinilai hanya pemborosan. Dinas Lingkungan Hidup Gresik seharusnya bisa membuat taman indah tanpa harus melakukan bongkar pasang terus menerus.

Gunakan Rp 7 Miliar untuk Bongkar Pasang Tanaman, DLH Gresik Dikecam Rakyat

GRESIK (IndependensI.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, yang sering melakukan bongkar pasang tanaman maupun taman dikawasan Kota Gresik. Menimbulkan tanda tanya dikalangan masyarakat, pasalnya kondisi tanaman atau taman yang dibongkar pasang kondisinya masih bagus dan tidak bermasalah.

Sejumlah warga Kota Gresik, menyayangkan langkah DLH karena setiap tahun rajin bongkar pasang tanaman yang masih bagus dan tidak memperhatikan kondisi taman maupun tanaman yang harusnya dirawat. Padahal apa yang dilakukan DLH itu, telah menyedot dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik hingga miliara.

“Terus terang saya kok ngak habis pikir dengan apa yang dilakukan pihak DLH Gresik, masak bunga masih bagus dicabut, kemudian ditanam bunga baru. Sedangkan dibeberapa tempat ada taman dan tanamannya yang sudah rusak tapi dibiarkan tanpa ada perhatian. Ini kan aneh. Sering sekali habiskan dana bongkar pasang tanaman,” kata, Ali Imron, seorang warga Kebomas kepada IndependensI.com, Kamis (31/8/2017).

“Sebagai warga yang turut andil dalam memberikan sumbangsi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui pajak yang saya bayar. Saya kok merasa miris dengan kondisi tata kelola taman dan tanaman di Kota Gresik, yang sangat tidak nyaman,” ujarnya.

“Sudah berkali-kali DLH melakukan bongkar pasang tanaman taman kota, alih-alih untuk keindahan kota Gresik dan dalam rangka untuk meraih Adipura.” Tapi nyatanya, Gresik sudah tiga kali tak dapat Adipura,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi pada DLH (Badan Lingkungan Hidup) Pemkab Gresik saat ditanyai wartawan melalui telepon selulernya. Membenarkan jika instansinya saat ini tengah membongkar taman dan tanaman bunga di sepanjang jalan Dr Wahidin Sudirohusodo.

Alasannya, tanaman banyak yang mati dan tak layak lagi untuk dipertahankan.” Tanaman mati makanya kita cabuti,” ungkapnya.

Setelah tanaman dicabut, kemudian diremajakan atau diganti dengan tanaman baru.” Kami kasih bunga baru,” lanjut, Ardi begitu ia biasa dipanggil.

Langkah ini dilakukan, agar tanaman di taman di wilayah kota Gresik tetap segar dan hijau.” Sehingga tanaman, kota Gresik makin terlihat segar,” tukasnya.

Di tambahkan Ardi, untuk pemeliharaan tanaman, penyiraman termasuk pemangkasan pohon di kanan dijalan, DLH melalui dana APBD 2017 mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 7 miliar. ” Anggaran itu juga buat kita beli bunga untuk peremajaan,” tandasnya.

“Kami akui anggaran kami tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, dengan besaran sekitar Rp 5,5 miliar,” pungkasnya. (Rezereno)