Foto yang disiarkan KCNA pada Minggu (3/9/2017) ini memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (kiri), meninjau Institut Senjata Nuklir untuk melihat langsung bom hidrogen buatan mereka. (KCNA)

Korea Utara Klaim Punya Bom Hidrogen

JAKARTA (IndependensI.com) – Korea Utara berhasil mengembangkan bom hidrogen yang dapat dipasang sebagai hulu ledak peluru kendali antarbenua. Klaim itu disiarkan Korean Central News Agency (KCNA), Minggu (3/9/2017).

Masih dipertanyakan apakah para ahli nuklir Pyongyang sudah mampu memperkecil hulu ledak sehingga bisa dipasang di moncong rudal, dan apakah mereka benar-benar berhasil membuat bom-H. Tapi KCNA mengatakan bahwa pemimpin Korut Kim Jong-un sudah melihat langsung senjata itu di Institut Senjata Nuklir.

“Senjata thermonuklir dengan daya ledak super yang dibuat oleh usaha dan teknologi kami sendiri,” kata KCNA mengutip pernyataan Kim yang juga mengatakan “seluruh komponen bom-H 100 persen buatan dalam negeri.”

KCNA juga menyiarkan gambar Kim mengenakan baju hitam saat melihat selongsong logam.

Korut memicu ketegangan baru dengan dua kali meluncurkan rudal balistik antar benua (ICBM) Hwasong-14 pada Juli lalu. Rudal itu disebutkan bisa mencapai wilayah kedaulatan Amerika Serikat.

Pyongyang kemudian juga mengancam bakal mengarahkan rudalnya ke Guam, wilayah AS di Samudera Pasifik. Pekan lalu, mereka menerbangkan rudal ke wilayah Jepang dan Pasifik.

Presiden AS Donald Trump mengingatkan bahwa tindakan seperti itu dapat memancing aksi balasan dari Washington. Trump juga mengatakan bahwa kekuatan militernya siap beraksi sewaktu-waktu.

Pada Januari 2016, Korut mengklaim sudah berhasil memperkecil bom-H dengan daya ledak lebih besar. Tapi sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa daya ledak sebesar enam kiloton terlalu rendah untuk sebuah bom thermonuklir.

Ketika melakukan uji coba kelima, pada September 2016, Korut tidak menyebutkan bom hidrogen.

Korut sudah “lebih jauh meningkatkan kemampuan teknisnya sehingga mencapai tingkat ultra-modern yang lebih tinggi berdasarkan keberhasilan uji coba bom-H sebelumnya,” kata KCNA. Lembaga penyiaran Korut itu menambahkan bahwa Kim “mencanangkan tugas baru dalam penelitian nuklir.”

Uji coba nuklir pertama Korut diketahui berlangsung pada 2006. Uji coba terakhirnya dilakukan pada September 2016. Korea Selatan memperhitungkan kekuatan bom itu mencapai 10 kiloton, masih di bawah kekuatan bom atom AS sebesar 15 kiloton yang menghancurkan Hiroshima pada 1945.

Bom atom atau bom-A mengeluarkan daya ledaknya berdasarkan prinsip fisi nuklir. Energi dilepaskan dengan membelah inti atom uranium atau plutonium yang sudah diperkaya, yang terpasang di hulu ledak.

Bom hidrogen atau bom-H, yang juga dikenal dengan sebutan senjata thermonuklir, mengeluarkan daya ledaknya berdasarkan prinsip fusi nuklir atau penggabungan inti atom. Diperlukan ledakan pendahulu untuk membuat temperatur tinggi yang diperlukan untuk memulai reaksi berantai ledakan nuklir yang lebih dahsyat.

Belum pernah ada bom-H yang digunakan dalam perang. Tapi senjata itu adalah yang terbanyak dimiliki negara-negara berkekuatan nuklir.

Melissa Hanham dari Lembaga Kajian Internasional Middlebury Institute di California mengatakan gambar-gambar yang disiarkan KCNA belum membuktikan bahwa Korut sudah memiliki bom-H.

“Kita tidak bisa memastikan apakah benda itu sungguhan atau hanya styrofoam. Tapi benar, benda seperti dua buah alat,” cuitnya di Twitter.

“Bentuk luarnyanya tidak harus seperti itu. Tapi mereka juga menyiarkan diagram untuk memastikan kita tahu pesan mereka.”

“Pada dasarnya, mereka mungkin akan melakukan uji coba thermonuklir di masa depan tapi kita tidak tahu benda apa itu sebenarnya.”