Joe Biden dan Donald Trump

Donald Trump Masih Ngeyel, Tuduh Pemilu AS Curang

WASHINGTON DC (Independensi.com) – Hasil penghitungan suara pemilu Amerika Serikat menunjukkan bahwa calon Presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden mendekati kemenangan atas calon Presiden Partai Republik, Donald Trump. Jo Biden pun menyatakan dirinya siap memimpin Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil perhitungan, perolehan suara Joe Biden sudah jauh lebih tinggi dibanding perolehan suara Donald Trump. Menurut laporan lembaga riset, Biden memimpin dengan 264 suara, sementara Dnal Trump meraih hanya 213 suara.

Meski demikian, Donald Trump tetap tidak bisa menerima hasil perhitungan suara tersebut dengan menyebut ada kecurangan dalam perhitungan suara. Pada Kamis malam Donald Trump menyampaikan pidato di Gedung Putih, dia mengulangi klaim yang tidak berdasar bahwa partai lawannya – Demokrat, berusaha ‘mencuri’ suara dan mengklaim bahwa dia telah meraup suara mayoritas beberapa negara bagian di mana surat suara masih di hitung.

“Jika Anda menghitung suara sah, saya akan menang dengan mudah. Jika Anda menghitung suara tidak sah, mereka (Demokrat) berusaha mencuri suara dari kami jika Anda menghitung surat suara yang datang terlambat,” ujar Trump.

Perolehan suara Trump di Pennsylvania, Nevada, North Carolina dan Georgia tergantung dengan panitia pemungutan suara yang menghitung surat suara yang sah dan banyak di antaranya diberikan melalui layanan pos. Trump nampaknya mengakui bahwa kemungkinan besar dia akan kalah di Georgia dan Pennsylvania dengan mengakatan:

“Saya memperoleh sangat banyak suara di Georgia, mendekati 300.000 suara pada malam pemilihan. Namun, semua itu ‘dipangkas’ dan sekarang ini adalah titik di mana saya akan berubah dari menang banyak menjadi menang sedikit”

“Saya juga memenangkan perolehan suara di Pennsylvania namun, itu juga dipangkas. Sekarang perolehan suara saya sekarang mencapai 90.000 karena surat suara terus berdatangan dan kami mencari surat suara itu di mana – mana”.

“Suara perolehan kami benar – benar meningkat di semua lokasi utama dan kemudian turun secara ajaib”, kata Trump dan menambahkan pemungutan suara melalui layanan pos telah ‘menghancurkan’ sistem kami.

Trump juga mengecam media, perusahaan tekonologi serta lembaga survei dengan mengatakan bahwa pihak pemungutan suara telah salah menghitung dan telah terjadi penurunan banyak suara di seantero AS.(berbagai sumber/Immanuel Nauly)