Menteri PUPR Targetkan Bangun 1.800 km Jalan Tol Pada 2019

SALATIGA (IndependensI.com) -Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Jalan Tol Semarang-Solo terbagi atas lima seksi yakni Seksi I Semarang-Ungaran (10,85 Km) beroperasi sejak November 2011, Seksi II Ungaran-Bawen (11,99 Km), beroperasi sejak April 2014, sedangkan Seksi III Bawen Salatiga (17,57 Km) dioperasikan saat ini.

Sementara Seksi IV Salatiga-Boyolali (24,50 Km) dan Seksi V Boyolali-Solo (7,74 Km), progres konstruksi fisiknya telah mencapai 27 persen dengan progres pembebasan tanah 98.8%, sehingga  ditargetkan dapat difungsikan saat Lebaran 2018 dan beroperasi seluruhnya pada akhir 2018. “Kecepatan membangun perkerasan jalan pada ruas Salatiga – Solo adalah 300 meter per hari. Sehingga progresnya bisa cepat,” tambah Menteri Basuki.

Menurut Menteri Basuki, Tol Semarang-Solo merupakan bagian dari Trans Jawa (Merak – Banyuwangi) dengan total panjang 1.187 km dan termasuk dalam target pembangunan jalan tol sepanjang 1.800 km hingga tahun 2019 mendatang.

Pada Seksi 3 Bawen – Salatiga, keseluruhan biaya investasi mencapai Rp 7,30 triliun dipenuhi melalui modal sendiri dan pembiayaan Sindikasi Bank yaitu BNI, Bank Mandiri, BRI dan Bank Jateng. Selain itu terdapat dukungan pemerintah berupa konstruksi sepanjang 2,2 km pada segmen Sidorejo – Tenggaran.

Target-target tersebut terus dikejar oleh pemerintah mengingat pentingnya pembangunan infrastruktur guna berkompetisi dengan negara lain. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga bertujuan untuk meningkatkan mobilitas orang dan barang serta menurunkan harga komoditas di Tanah Air.

Presiden meminta seluruh jajarannya untuk terus berinovasi guna mewujudkan target program infrastruktur pemerintah. Utamanya di bidang pembiayaan, seperti dalam mencari equity, modal kerja, hingga modal investasi diantaranya melalui sekuritisasi aset.

Untuk tarif tol akan diberlakukan mulai Selasa, 26 September 2017 dengan besaran untuk golongan I dari (GT) Banyumanik ke GT Salatiga sebesar Rp 32.000, dari GT Ungaran ke GT Salatiga Rp 25.000, sementara dari GT Bawen ke GT Salatiga Rp 17.500.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki antara lain Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani, Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Danis H. Sumadilaga, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Achmad Ghani Ghazaly, Kepala BPJT Herry T. Zuna, Kepala BBPJN VII Herry Marjuki, Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S.Atmawidjaja