Pusat Komando Inaportnet di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Sorong, Banten, dan Gresik Terhubung Jaringan Inaportnet

JAKARTA (IndependensI.com) – Penerapan Inaportnet di 16 Pelabuhan sebagai bagian dari 15 program Quick Win Kementerian Perhubungan di tahun 2017 dalam rangka mempercepat proses reformasi birokrasi pada hari ini, Selasa (10/10/2017) telah tercapai.

Hal tersebut ditandai dengan adanya peluncuran (Go Live) penerapan aplikasi layanan kapal dan barang berbasis online “Inaportnet” oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi untuk tiga pelabuhan, yaitu Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Banten dan Pelabuhan Gresik di Command Center lt. 25 Kementerian Perhubungan.

“Dengan go live penerapan aplikasi layanan kapal dan barang berbasis online Inaportnet di tiga pelabuhan tersebut melengkapi 13 (tiga belas) pelabuhan sebelumnya yang sudah lebih dahulu menerapkan Inaportnet. Artinya, salah satu target dari quick win Kementerian Perhubungan yaitu penerapan Inaportnet di 16 pelabuhan telah tercapai sesuai yang direncanakan. Ini bagus sekali,” ujar Menhub Budi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi keterangan tentang Inaportnet di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Pada kesempatan tersebut, Menhub Budi juga menyampaikan apresiasi kepada jajarannya di Ditjen Perhubungan Laut dan Pusat Teknologi dan Komunikasi Kemenhub yang telah menyelesaikan target penerapan Inaportnet di 16 pelabuhan sesuai waktu.

“Saya mengapresiasi jajaran Ditjen Perhubungan Laut baik di pusat dan di daerah yang telah menerapkan Inaportnet sesuai yang ditargetkan. Begitu juga dengan Pusat Teknologi dan Komunikasi yang telah bekerja keras membangun sistem Inaportnet. Selanjutnya, saya minta agar apa yang sudah dilakukan ini dapat terus dilaksanakan dengan baik dan konsisten dengan tujuan melayani masyarakat,” tegas Menhub.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Laut, Bay M. Hasani menyebutkan bahwa Go Live Penerapan Inaportnet untuk tiga pelabuhan telah melalui tahapan persiapan yang matang.

Adapun sebelumnya, Pelabuhan Sorong dan Banten telah melaksanakan Penandatanganan Pakta Integritas pada tanggal 20 September 2017, dan Pelabuhan Gresik pada tanggal 6 Oktober 2017.

Menurut Plt. Dirjen Bay, aspek yang pertama harus dijunjung tinggi adalah komitmen, yaitu bagaimana seluruh stakeholder yang terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur yang berlaku.

“Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh pihak, maka Aplikasi Inaportnet tidak akan bisa menjadi sistem yang menjadi rujukan utama untuk pelayanan kapal di pelabuhan,” ujar Bay.

Untuk itu Bay menginstruksikan agar seluruh proses permohonan pelayanan kapal harus menggunakan Aplikasi Inaportnet secara konsisten. Lebih dari itu, Bay juga meminta agar para pegawai di lingkungan KSOP dan mitra kerja wajib menguasai aplikasi tersebut dengan baik.

Aspek kedua yang harus tetap dijaga, lanjut Bay, adalah koordinasi, yaitu bagaimana setiap pihak yang berkepentingan dapat saling bahu-membahu untuk mewujudkan tujuan implementasi dari Inaportnet ini, yang tentunya melibatkan banyak pihak dan instansi terkait.

“Untuk meningkatkan koordinasi yang sudah terjalin baik selama ini , saya ingatkan kembali agar kita bisa terus saling menghargai dan menghilangkan ego sektoral demi kepentingan khalayak yang lebih luas,” imbuhnya.

 

Sedangkan, aspek terakhir yang tak kalah pentingnya adalah kreatifitas, yaitu bagaimana caranya untuk terus memperbaiki kinerja dan pencapaian di masa mendatang, dan terus berinovasi agar bisa membuat Aplikasi Inaportnet memiliki manfaat lebih dari apa yang telah dicapai sekarang.

“Untuk itu, saya minta kepada pemangku kepentingan agar tetap berpikiran terbuka dan selalu mengikuti perkembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya, agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi, ” kata Bay.

Bay juga berharap dengan diterapkannya Aplikasi Inaportnet di pelabuhan-pelabuhan nasional dapat semakin meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia dan ke depan Kemenhub akan terus menambah jumlah pelabuhan yang menerapkan Inaportnet.

“Dengan Go Live nya Pelabuhan Sorong, Banten, dan Gresik maka hingga saat ini sudah ada 16 pelabuhan yang telah resmi menerapkan Aplikasi Inaportnet dari total 16 pelabuhan yang ditargetkan untuk Go Live di tahun 2017,” tutup Bay.

Hadir pada acara Go Live dimaksud adalah Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo dan Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bay M. Hasani, dengan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong, Banten dan Gresik beserta jajarannya.

Sebagai informasi, penerapan Inaportnet merupakan bagian dari program quick win Kementerian Perhubungan sebagai langkah nyata dalam memperbaiki pelayanan kepada publik, khususnya di sub sektor perhubungan laut.

Semua program dalam quick win Kementerian Perhubungan nantinya akan menjadi bagian yang dinilai oleh Tim “Quality Assurance” dari BPKP dalam rangka penjaminan kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi di Kementerian Perhubungan.

Program Quick Win itu sendiri memiliki tujuan membangun kepercayaan masyarakat melalui program yang mendukung kepentingan dan pemenuhan hak dasar masyarakat dalam pelayanan cepat, mudah, dan terjangkau.