Snapchat Baru Lebih Bersahabat

JAKARTA (IndependensI.com) – Snapchat memperkenalkan versi barunya, Rabu (29/11/2017). Aplikasi bertukar gambar ini jadi semakin bersahabat dengan fokus pada minat pengguna ketimbang apa yang diunggah orang lain.

Perusahaan induknya, Snap, sudah lama menjanjikan versi baru yang lebih user-friendly. Perubahan ini dilakukan untuk menghadapi persaingan melawan kompetitornya terutama Facebook.

Perubahan yang dibuat Snap antara lain jalur terpisah untuk unggahan atau pesan dari sahabat dekat, dan konten digital dari publisher.

Salah satu pendiri Snap dan bos pemimpin perusahaan, Evan Spiegel, menggarisbawahi fokus aplikasi ini pada unggahan daring. Dia mengatakan bahwa media sosial telah “memicu berita palsu” karena konten dirancang hanya untuk disebarluaskan bukannya menekankan ketepatan.

“Layanan berita yang dipersonalisasi telah mengubah cara orang berbagi dan menerima konten,” kata Spiegel seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (30/11/2017) pagi.

“Tapi ayo kita jujur: hal seperti itu sudah mengorbankan fakta, pikiran kita, dan seluruh industri media,” ujarnya.

Pendekatan Snapchat mengandalkan algoritma komputer berdasarkan minat individual pengguna, bukan berdasarkan apa yang sedang ramai di internet.

“Kami yakin bahwa cara terbaik mengurai masalah ini adalah memisahkan konten berdasarkan apa yang ingin Anda lihat, bukan dari apa yang teman Anda unggah,” kata Spiegel.

“Kami pikir hal ini akan membantu meredam penyebarluasan kabar palsu dan gangguan yang tidak ada nilainya,” ujarnya.

Perubahan ini juga bertujuan membantu penerbit mendapatkan uang dari berita yang mereka tulis.

Di awal November 2017, Snap melaporkan terjadinya kerugian dan kurangnya jumlah pengguna dibanding proyeksi. Pendapatan perusahaan yang bermarkas di California itu masih naik tapi merugi lebih dari tiga kali lipat sepanjang kuartal ketiga 2017 yang berakhir pada 30 September lalu.

Jumlah pengguna harian Snapchat naik menjadi 178 juta atau mengalami kenaikan 17 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Snapchat populer di kalangan pengguna muda smartphone karena pesan, juga dalam bentuk video atau foto, yang menghilang dalam waktu tertentu. Tapi pengamat mengatakan aplikasi ini butuh pertumbuhan yang meyakinkan untuk bisa bersaing dengan Facebook.

Meski Snapchat lebih terkenal sebagai aplikasi di smartphone, Snap juga mengembangkan kemitraan dengan banyak penerbit untuk menjangkau pemirsa dengan berita, video, atau konten lain.

Snap mengatakan bahwa prioritas mereka di masa depan antara lain meningkatkan jumlah pengguna dan jenis konten. Mereka juga akan berinvestasi di bidang augmented reality.