Letusan Gunung Agung memaksa warga terdampak mengungsi ke tempat yang aman

10 BUMN Ringankan Beban Pengungsi Gunung Agung

SINGARAJA (independensi.com) – Sebanyak 10 Badan Usaha Milik Negara dikoordinir Indonesia Tourism Develompent Corporation (ITDC) Bali menyalurkan bantuan terhadap pengungsi Gunung Agung di wilayah Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng.

“Kami dari ITDC Bali, Asuransi Jiwasraya, Bank Mandiri, Hutama Karya, Jamkrindo, Pelindo III, Pupuk Indonesia, Jasa Marga dan Pegadaian, Hotel Indonesia Natour ingin membantu saudara kami di pengungsian,” kata Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer didampingi pimpinan perwakilan BUMN di Bali, Rabu.

Bantuan yang disalurkan berupa ratusan paket bantuan sosial diterima oleh Kordinator Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung Kabupaten Buleleng Made Arya Sukerta didampingi Kadis Sosial Buleleng Gede Komang.

Ia menjelaskan sebanyak 10 BUMN berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp1,3 miliar yang akan disalurkan di tiga Kabupaten, seperti Karangasem, Klungkung dan Buleleng. Namun khusus di pos Tejakula, pihaknya menyalurkan bantuan sebanyak 100 juta yang dibelanjakan dalam bentuk barang.

“Jenis bantuan berupa paket sembako seperti beras, sarden, air mineral, telur,sayuran dan garam. Bahkan kami juga menyerahkan bantuan selimut sama baju kaos, jaket,  alat MCK.

Ini baru tahap awal, nanti akan kami terus evaluasi bantuannya, apa yang dibutuhkan biar bisa disalurkan secara berkesinambungan, ujar Mansoer.

Seperti tagline BUMN yang hadir untuk negeri, maka sambung Mansoer BUMN wajib menunjukkan kepedulian dengan membantu pengungsi.

“Ini bagian dari misi kemanusiaan. Nah ketika negara mengalami bencana, maka BUMN wajib hadir membantu saudara kami korban bencana. Apalagi kami ITDC sudah 44 tahun hadir di Bali, ya wajib ikut berperan meringankan beban saudara kita” katanya.

Sementara itu Koordinator Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung Kabupaten Buleleng Made Arya Sukerta mengapresiasi bantuan dari BUMN yang dikoordinir oleh ITDC Bali. Sebab ditakui Arya Sukerta kondisi logistik sebelumnya sempat mengalami penurunan lantaran jumlah donatur yang saban hari kian berkurang.

“Kami mengapresiasi bantuan dari BUMN.  Tentunya ini sangat meringankan beban pengungsi di Buleleng. Sebab kami sempat kewalahan karena jumlah donator semakin berkurang.”kata Arya.