Ilustrasi. Tempat penitipan suami di mall saat istri belanja. (Ist)

Suami ‘Dititip’ Saat Istri Belanja di Mall: “Nggak Dapat Momen Mesranya Dong”

JAKARTA (Independensi.com) – Pergunjingan soal tempat penitipan suami di mall saat istri belanja sudah lama menjadi viral, tak terkecuali di Indonesia.

Berdasarkan hasil ‘ngobrol iseng’ Independensi.com dengan beberapa istri menanggapi hal tersebut diperoleh kesimpulan sesungguhnya mereka tidak setuju jika suaminya ‘dititipkan’ di ‘tempat penitipan suami’ saat mereka belanja di mall.

“Gokil, suami dititip kaya barang aja. Hadehh… pusing jaman sekarang. Nggak dapat momen mesra belanjanya dong”.

“Kalau begitu mah .. kalau saya yang jadi suaminya mending nggak usah masuk mall … Nganter bini sampe ke pintu saja….”.

“Ini mah mending saya yang jagain”.

Entah mengapa, apakah mungkin karena ini agak bertentangan dengan budaya bangsa ini yang masih ‘mementingkan’ hubungan yang harmonis antara suami-istri atau lainnya.

Sementara itu, isu yang tak kunjung putus dan selalu menarik itu terjadi di Mall Global Harbour di Shanghai, China, yang memperkenalkan kamar khusus untuk suami yang ‘ogah’ menemani istrinya berbelanja.

Ruang khusus suami terbuat dari kaca bening dilengkapi kursi, komputer, monitor, dan alat bermain jadul yang membawa suami mengenang permainan masa sekolah.

Istri tinggal menitipkan suaminya di ruang khusus agar dia tidak terganggu saat berbelanja. Ruangan itu diberikan gratis untuk saat ini. Seorang sumber membisikkan nantinya akan berbayar.

Beberapa pria yang datang ke mal itu, mencoba ruang khusus suami. “Sungguh hebat. Saya baru saja memainkan Tekken 3 dan merasa saya seperti kembali ke sekolah,” kata Yan seperti dikutip dari BBC, Minggu (16/07/2017).

Namun menurut Wu, ruangan itu perlu dilengkapi ventilasi atau alat pendingin ruangan, AC.

“Tidak ada ventilasi atau AC. Saya duduk bermain selama lima menit dan saya berkeringat,” kata Wu.

Sejumlah netizen di media sosial pun ramai menanggapi insentif mal besar terhadap pelanggannya. Ada yang setuju dan banyak yang tidak sependapat.

Bahkan ada meresponsnya seperti menyindir. “Berikan laki-laki insentif untuk berbelanja, dan membayar tagihan belanja istri mereka,” kata netizen.

“Andai suami saya hanya ingin pergi keluar dan bermain game, lalu apa artinya saya membawanya keluar?” ujar seorang netizen lainnya yang kurang tertarik dengan kamar khusus suami yang disediakan saat istri berbelanja. (berbagai sumber/China Daily/BBC/konfrontasi.com)